Tak Kantongi Izin, 5 Tempat Karaoke Ditutup Paksa

PURWOREJO, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Damkar Purworejo menutup 5 dari 8 tempat karaoke di sejumlah wilayah di Purworejo. Penutupan dilakukan karena tempat usaha tersebut belum memiliki izin resmi untuk operasional sesuai Perda No 17 tahun 2017 tentang TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata). Penutupan ditandai dengan pemasangan segel.

Kasatpol PP Damkar Purworejo Budi Wibowo, S.Sos melalui Kabid Penegakan Perda, Mujono, SH menyebutkan, kelima tempat karaoke ini, berada di Ratan Miring (Butuh), Batoh (Bayan), Purwosari (Purwodadi), dan dua karaoke di Seren (Gebang).

“Penutupan terakhir dilakukan pada Selasa (23/4) malam di Seren, Gebang,”jelas Mujono, Kamis (25/4).

Menurut Mujono, penutupan paksa ini dilakukan setelah pihaknya memberikan surat teguran sebanyak tiga kali, yang diperkuat dengan putusan bersalah oleh pengadilan karena melanggar Perda.

“Ini penutupan tahap ketiga. Tahun 2017 empat tempat karaoke ditutup, 2018 enam ditutup. Dan tahun ini, sudah lima tempat karaoke kita tutup. Ada beberapa yang masih buka, dan secepatnya kita lakukan penertiban,” papar Mujono.

Lanjut Mujono, dari sejumlah tempat karaoke di Purworejo, hingga saat ini belum ada yang memiliki izin. Hanya ada dua tempat karaoke yang sudah mendaftar melalui OSS (Online Single Submission), namun hal itu belum berlaku efektif, artinya belum ada izin operasional resmi.

“Jika sudah kami segel kok tetap nekat buka lagi, akan kita proses hukum,” tandas Mujono.

Disebutkan, pada dasarnya Pemkab Purworejo tidak melarang warganya untuk mendirikan usaha (karaoke), asal memiliki izin sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. (W5)

Tinggalkan Komentar