Tahun 2020 Dinkominfo Purworejo Berhasil Tangkal 1.288 Info Hoax

PURWOREJO, Sebagai penjaga lalu lintas masuknya informasi melalui media lini atas dan lini bawah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purworejo sepanjang tahun 2020 berhasil merilis 1.288 informasi bohong atau palsu (hoax) baik di level nasional, regional, dan lokal. Rinciannya, 1.228 nasional, 23 regional, dan 37 lokal.

Plt Kadinkominfo Stephanus Aan Isa Nugroho, S.STP, M.Si saat dihubungi melalui saluran WhatsApp pada Kamis (31/12) menjelaskan, secara umum informasi hoax di sepanjang tahun 2020 masih didominasi informasi yang berkaitan dengan isu pandemi Covid-19, disusul dengan isu politik dan isu lainnya.

“Bulan Juli dan Agustus bersamaan dengan gelombang kedua pandemi Covid-19, banyak bermunculan informasi hoax berkaitan dengan Covid-19,” jelas Aan.

Contoh informasi yang dinyatakan hoax oleh Dinkominfo

Dirinya melanjutkan, di akhir bulan November dan awal Desember banyak hoax yang muncul berkaitan dengan isu politik. Hal itu menurut Aan, disebabkan situasinya menjelang pilkada serentak di Indonesia.

Berbagai pencapaian yang dilakukan Pemkab Purworejo melalui Diskominfo antara lain membangun kesiapan untuk menuju Smart City 2021.

Aan merinci, kesiapan yang telah dilakukan antara lain optimalisasi infrastruktur TI baik jaringan, sarpras, hardware, server beserta Command Center yang kini menjadi kebanggaan Pemkab Purworejo.

Command Center salah satu bangunan kebangsaan Purworejo

Selain itu juga melalui pengembangan aplikasi layanan publik berbasis IT terintegrasi, seperti aplikasi PORJO Smart City berbasis android yang bisa diakses masyarakat. Juga penyiapan SDM di sisi layanan publik, serta optimalisasi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.

Di tahun 2021, ujar Aan, setelah berproses cukup lama, Purworejo masuk dalam program 150 Smart City Nasional. “Tahun 2021 Purworejo akan didampingi langsung oleh Kementerian Kominfo dalam menyiapkan rancang bangun dan master plan Smart City Purworejo”.

Dengan pencapaian itu, Aan menargetkan, di tahun 2021, Purworejo sudah memiliki guidance beserta tahapan teknis pengembangan digitalisasi pemerintahan dalam program smart city. Juga sekaligus secara paralel mengembangkan layanan publik dan kesiapan lainnya. (Dia)

 287 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *