Tahapan Pilkades Dimulai, Besok Bupati Undang 43 Pj Kades dan BPD

PURWOREJO, Sebanyak 43 desa yang berasal dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo akan mulai mengikuti tahapan awal Pilkades, Selasa (19/1) besok. Dari 43 desa itu, paling banyak berasal dari Kecamatan Ngombol dan Bayan masing-masing lima desa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo Agus Ari Setyadi, S.Sos, di ruang kerjanya Senin sore (18/1).

Agus Ari menyebut, tahapan awal berupa pengarahan akan disampaikan oleh Bupati dan Forkopimda kepada 43 penjabat (Pj) kepala desa dan BPD. Para Pj tersebut menggantikan kades yang telah habis masa jabatannya mulai akhir tahun 2019 hingga Januari 2021.

Para kades itu telah menjabat selama enam tahun sesuai dengan Perda No 12 tahun 2015 tentang Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Agus Ari menjelaskan, pilkades nantinya akan melalui 26 tahapan. Setelah pengarahan, tahap berikutnya yakni pembentukan panitia di tingkat desa oleh Badan Permusyawarahan Desa (BPD) pada tanggal 25 Januari. Berikutnya pada tanggal 27 Januari panitia dan KPPS harus sudah dilantik.

Sedangkan tahapan selanjutnya yakni pembekalan panitia, akan dilakukan secara virtual mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19. “Adapun tahapan pemilihan yang merupakan tahapan ke-21 akan dilakukan pada tanggal 3 Mei mendatang. Sedangkan pelantikan dijadwalkan tanggal 30 Juni”.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkades di tengah suasana pandemi, Ari mengatakan, perubahan yang terjadi yakni pada ketentuan jumlah maksimal pemilih di setiap Tempat Pemilihan Suara (TPS).

Jika sebelumnya satu desa satu TPS, maka di masa pandemi ini aturannya satu TPS maksimal hanya 500 pemilih. “Bahkan jika jumlah pemilih ada 501 orang pun harus dibuat dua TPS sesuai ketentuan,” jelas Ari.

Untuk itu ada 124 TPS di 43 desa yang akan menggelar pilkades. Terbanyak, kata Ari, yakni di Desa Cempedak Kecamatan Bruno yakni ada 10 TPS. Di sana jumlah pemilihnya ada sekitar 3.000 orang, dan medannya sulit.

Sedang yang paling sedikit yakni di Desa Gunung Wangi Kecamatan Kaligesing dengan jumlah pemilih hanya 200 orang.

Dalam pelaksanaan pilkades kali ini pun panitia harus menerapkan standar prokes seperti saat pelaksanaan pilkada beberapa waktu lalu.

“Pelaksanaan Pilkades akan didanai dengan APBDes dan APBD. Sedang untuk pengadaan APD (alat pelindung diri) bisa menggunakan Dana Desa dalam rangka penanganan covid-19. APD yang dimaksud yakni masker, sarung tangan, face shield, thermo gun, hand sanitizer dan keperluan lain yang digunakan untuk menerapkan prokes selama pelaksanaan Pilkades,” pungkas Ari. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *