Startup Asal Prancis Tawarkan Kerjasama Bidang Teknologi Pembiayaan Pendidikan

PURWOREJO, Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM menyambut baik tawaran kerjasama di bidang teknologi dan finansial pendidikan dari startup (pengusaha baru, milenial) asal Prancis, Yoan Fangsilbe. Akses pembiayaan pendidikan masih diperlukan meskipun Pemkab telah banyak menganggarkannya dalam APBD.

“Terutama untuk membantu pendidikan di perguruan tinggi. Kalau biaya pendidikan dasar yaitu SD dan SMP sudah kita gratiskan,” tegas Bupati saat menerima kunjungan dua startup bidang Fintech (financial technologi), Yoan Fangsilbe dan Tomi Yuwono, di Rumah Dinas Bupati, Jumat (5/3).

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu Bupati didampingi Sekda Said Romadhon, Kepala Dinas Kesehatan dr Sudarmi, MM, Plt Asisten I Sekda Sri Setyawati, SH, MM, Kabag Humas dan Protokol Setda Rita Purnama, SSTP, MM.

Yoan Fangsilbe menjelaskan maksud kunjungannya

Bupati berharap tawaran kerjasama tersebut segera ditindaklanjuti dengan Memorandum of Understanding sehingga dapat membantu dunia pendidikan di Purworejo.

“Semoga bermanfaat bagi Purworejo terutama bagi sekolah yakni memberikan  beasiswa dan teknologi pendidikan,” ujar Bupati.

Sementara itu pendiri Pintek, Yoan Fangsilbe menjelaskan, pihaknya ingin membantu Pemkab Purworejo dalam membangun infrastruktur, teknologi dan pembiayaan pendidikan. Pengalamannya menjadi konsultan terkait internet, software, fintech, akan diterapkan dalam kerjasama di Purworejo.

Menyambung penjelasan Yoan, rekan kerjanya di Pintek, Tomi Yuwono, mengungkapkan, bandara YIA sangat berpotensi untuk memajukan destinasi pariwisatata di Purworejo. Oleh karena itu diperlukan tambahan skill bagi SDM bidang pariwisata sebagai upaya menangkap peluang.

Bupati duduk bersama tamu-tamunya

Dijelaskan, Pintek bergerak di bidang pendanaan pendidikan dengan memberikan akses pinjaman dari luar negeri. Pintek juga menawarkan teknologi digital pendidikan dan jasa layanan fintech.

“Banyak orang tua yang terbatas dana pendidikan untuk anaknya. Kami menawarkan pinjaman biaya pendidikan yang bisa dicicil secara ringan. Kami juga bisa bekerja sama dengan LPK dan institusi pendidikan lainnya,” jelas Tomi.

Tomi berharap kerjasama dengan Pemkab Purworejo secepatnya direalisasikan. Dia menargetkan dapat membantu 4.000-8.000 siswa Purworejo untuk belajar S1 hingga S3. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *