Sugiri dan Rakhmi Widayati, Bersinergi Kawal SMK PN – PN 2 Jadi Sekolah Berkarakter

MENJALANKAN peran sebagai pemimpin di sekolah yang sudah mapan tentu bukanlah hal yang mudah. Menjaga kualitas serta kuantitas menjadi tugas yang tidak ringan untuk kelangsungan sekolah di masa mendatang.

Hal itu dirasakan oleh kepala SMK PN dan PN 2 yang relatif masih belia. Keduanya yakni Sugiri, S.Pd yang menjabat sebagai kepala SMK PN dan Rahmi Widayati, S.Sos, Kepala SMK PN 2.

Sugiri atau biasa dipanggil Pak Giri,
menjadi KS di SMK PN sejak tanggal 10 November 2017.

“Saya mulai mengajar tahun 1999 sebagai guru di jurusan teknik permesinan,” ujar Sugiri membuka percakapan.

Pria kelahiran 29 Agustus 1971 itu merupakan putra daerah asli Purworejo. Bagi Sugiri, menjadi kepala sekolah merupakan hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun sekarang mau tidak mau pria yang dikarunia dua putra itu harus
mengemban amanah yang diberikan kepadanya sejak dua tahun lalu.

Walaupun baru dua tahun menjabat sebagai KS, Sugiri telah melakukan hal yang tidak bisa dibilang sepele. Sadar bahwa stigma siswa SMK PN yang dulu disebut STM sebagai anak yang “bermasalah” dan cenderung sulit diatur, Sugiri menerapkan
peningkatan karakter siswa melalui hafalan Asmaul Husna.

Sugiri, S.Pd

Menurutnya, selain untuk mengetahui sifat Allah, siswa diharapkan dapat meneladani makna Asmaul Husna sehingga terhindar dari sifat buruk.

Selain itu pembentukan karakter siswa yang merujuk pada nasionalisme dilakukan melalui kegiatan apel yang dilakukan setiap hari di kelas dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pelajaran dimulai.

Namun demikian dia menyadari, ada hal yang belum maksimal dilakukan yakni meningkatkan proses pembelajaran. “Ini menjadi tantangan bagi saya,” katanya.

Tantangan lain yakni,
sekolah harus meningkatkan kualitas siswa karena sering terjadi kenakalan remaja.

Sampai saat ini SMK PN memiliki 467 siswa yang tersebar dalam 5 jurusan yakni Desain Pemodelan dan Info Bangunan,

Teknik Instalasi Tenaga Listrik,
Multimedia, Teknik Permesinan, dan Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif.

Rakhmi Widayati, S.Sos

Adapun SMK PN 2 dipimpin oleh seorang “srikandi” yakni
Rakhmi Widayati, S.Sos. Sama seperti koleganya di PN 2, Rakhmi yang lahir tanggal 13 Oktober 1976 itu mulai bergabung di SMK PN tahun 1999 selepas dari bangku kuliah.

“Waktu itu saya menjadi guru sejarah dan kemudian menjabat sebagai Waka Kurikulum sebelum sampai pada jabatan sekarang ini,” kenang Rakhmi.

Ibu tiga anak itu belum lama diberi amanah memimpin SMK PN, tepatnya pada bulan Juli 2019 atau belum genap setahun. Rakhmi juga tidak menyangka dirinya bakal memimpin sekolah yang didominasi pria itu. Namun sekarang ada 70 siswa putri di SMK PN 2.

Saat ini siswa PN 2 sebanyak 572 yang terbagi dalam 4 jurusan yakni
Jurusan Teknik Audio Visual (TAV), Teknik Permesinan, Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif, serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.

Rakhmi bertutur, SMK PN memiiliki ekstra kulikuler favorit yakni marching band yang menjadi kebanggaan masyarakat Purworejo. Disamping juga ikatan alumni yang solid bernama Gundala atau Paguyuban Alumni dan Almamater. Lulusannya pun banyak yang menjadi tentara atau polisi.

Namun demikian Rakhmi mengakui banyak tantangan yang dihadapinya antara lain berkaitan dengan karakter siswa. Tapi ia berusaha beradaptasi dan secara rutin melakukan evaluasi dengan guru kelas.

Untuk menguatkan karakter siswa, setiap Kamis ada pengarahan dari instansi tertentu yang memberikan motivasi kepada siswa sehingga diharapkan dapat memacu siswa menjadi lebih baik.

Baik di SMK PN maupun PN 2
keduanya mampu melaksanakan Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan sistem di sekolah, antara lain dengan terbentuknya Kelas Industri untuk kelas XI yang menjalin kerjasama dengan beberapa pabrikan ternama, antara lain Toyota Astra, Panasonic, Suzuki, Sinar Mas, dan Chemco. Khusus Astra dan Chemco ada kelas industri.

Mereka yang masuk kelas ini dapat diterima secara otomatis di Chemco tanpa tes. Siswa hanya perlu melampirkan hasil tes kesehatan sebelum bekerja.

Harmoni lain antara SMK PN dan PN 2 yakni dalam hal inspektur upacara bergantian antara Kepala SMK PN dan PN 2. Dengan demikian, meskipun mengelola sekolah yang berbeda, namun karena bernaung di bawah yayasan yang sama keduanya harus solid dan bersinergi untuk kelangsungan sekolah maskulin tersebut. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan