Kisah Dwi Rahayu Yulianti, Pasien yang Sembuh dari Covid-19

PURWOREJO, Satu lagi pasien positif Covid -19 Kabupaten Purworejo dinyatakan sembuh. Dialah Dwi Rahayu Yulianti (30), perawat Puskesmas Gebang, dan tinggal di Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen. Dwi adalah pasien ketiga yang dinyatakan positif Covid -19.

Hari ini, Senin (27/4) Dwi pulang ke rumahnya setelah menjalani perawatan di RSUD Dr Tjitrowardojo selama 12 hari mulai tanggal 15 April lalu.

Sekitar pukul 13.00, Dwi keluar dari Ruang Bima di lantai tiga menuju ke lobby. Dia sudah ditunggu oleh Kepala Seksi Perawatan, Heru Agung Prastowo, S.Kep.NS, MM dan Kepala Puskesmas Gebang, Sudiarto, SKM dan dr Ari Setyowati, Sp.P.

Setelah berbincang-bincang sejenak, ketiganya berjalan menuju mobil ambulans milik Dinkes yang kemudian membawanya pulang menuju ke rumahnya di Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen.

Ditemui Purworejonews sesaat sebelum meninggalkan gedung rumah sakit tempatnya dirawat, Dwi tampak sehat. Perawat Puskemas Gebang itu menuturkan pengalamannya selama 12 hari menjadi penghuni kamar nomor 301 ruang Bima lantai 3 RSUD Dr Tjitrowardojo.

Dwi Rahayu bergegas keluar dari RSUD Dr Tjitrowardojo

“Ketika pertama kali dinyatakan positif Covid-19 saya kaget dan takut. Ini karena corona merupakan virus baru yang belum ada obatnya,” ungkapnya. Tiga hari pertama menjalani perawatan di RSUD Dwi mengaku sempat stress dan menangis meratapi nasibnya.

“Saya merenung dan bertanya-tanya kenapa saya yang tertular dan dari mana saya bisa tertular, mengingat hasil tes pada pasien yang saya tangani negatif. Saya juga sama sekali tidak merasakan gejala apapun alias sehat walafiat. Tapi berikutnya saya berpikir positif dan optimis bahwa saya bisa sembuh,” ujar ibu satu anak itu.

Selama menjalani perawatan, Dwi tidak bertemu atau mendapat kunjungan dari siapapun, baik dengan sesama pasien maupun keluarga. Untuk keperluan pakaian yang dikenakan, pihak keluarga hanya menitipkan kepada perawat untuk diserahkan kepada Dwi.

Sebagai pasien covid-19, Dwi menjalani rutinitas berjemur di beranda kamarnya di pagi hari. Ia juga mendapatkan vitamin dan makanan bergizi dan berkalori tinggi.

Dwi mengaku di malam hari dirinya sering terjaga. Untuk menjalani kebosanan selama menjalani perawatan, selain mengaji, Dwi juga menyalurkan hobinya menonton drama Korea melalui unduhan HP. Ia menuturkan, dirinya tetap rutin menjalankan puasa Ramadhan hingga hari ini.

Dwi Rahayu (dua dari kanan) bersama tim pengantar pulang

Terkait komunikasi dengan keluarga, Dwi mengaku tidak menggunakan saluran video call, apalagi untuk “menghindari” pertanyaan dari putranya yang baru berusia tiga tahun.

“Selama menjalani perawatan ini anak saya tahunya saya kerja, mengingat dia terbiasa dengan pola kerja saya sebagai perawat yang bekerja secara shift,” katanya.

Sebelum beranjak dari tempatnya, Dwi berpesan kepada masyarakat agar waspada terhadap virus satu ini yang tak kasat mata. Ia menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak panik, serta mengikuti semua himbauan pemerintah terkait Covid-19 ini. Dwi juga berterima kasih kepada para dokter dan sesama rekan perawat di RSUD yang telah merawat dan mensupportnya.

Sementara dr Ari Setyowati, Sp.P, dokter spesialis penyakit paru yang mendampingi Dwi selama masa perawatan menghimbau agar masyarakat mensupport dan tidak memberikan stigma negatif kepada pasien positif covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

“Pasien yang sudah dinyatakan sembuh tidak dapat kembali menularkan virus. Yang paling penting adalah kita menghindari virusnya, bukan orangnya,” tegas dr Ari.

Usai menjalani perawatan di rumah sakit, Dwi masih harus menjalani isolasi diri di rumah sebagai masa recovery selama 14 hari seperti yang disampaikan kepala Puskesmas Gebang Sudiarto yang ikut mengantar Dwi pulang ke rumahnya. “Saya beri kamu cuti tambahan, ” ujarnya kepada Dwi yang disambut senyum Dwi. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan