SMPN 22 Purworejo, Sekolah yang Asri, Punya Unit Usaha Tanaman Bonsai dan Anggrek

GEBANG, Siapa sangka, di balik lokasinya yang jauh dari keramaian kota, SMPN 22 Purworejo memiliki pesona tersendiri yakni sebagai sekolah taman bonsai. Ya, itu karena sekolah yang terletak di Desa Pelutan, Kecamatan Gebang itu memiliki luas 2 Ha dan sebagian ditanami puluhan bonsai taman dan tanaman hias lainnya.

Dari pantauan Purworejo News, sekolah yang dinakhodai oleh Teguh Prayitno, M.M.Pd itu memang terlihat asri. Puluhan tanaman hias jenis anturium dan anggrek dendrobium berjajar di sepanjang selasar dan halaman depan sekolah.

Di samping gedung utama dan di belakang pojok sekolah juga masih ada puluhan dendrobium yang diletakkan di rak dan ditempel di tembok. Tak hanya itu, kepala sekolah juga menunjukkan puluhan pohon bonsai taman siap jual.

Deretan pohon bonsai dari jenis beringin dan serut berukuran besar pun berjajar rapi di depan kelas. Prayit juga menunjukkan salah satu bonsai berukuran besar yang siap dijual.

Pergola dan gazebo yang asri di Sperolik

“Memang saya ingin sekolah ini punya unit usaha yang sekaligus sebagai rintisan ekstrakurikuler wirausaha para siswa. Selain itu juga dijadikan sebagai modal life skill siswa berupa pembibitan bonsai,” kata Prayit, Selasa (25/10).

Pohon bonsai, salah satu contohnya, sudah siap jual tidak hanya di lokalan, melainkan ke luar daerah. Tanaman keras yang dibonsai berukuran besar tersebut mulai dikembangkan di sekolah tersebut sejak 1,5 tahun lalu.

Demikian pula dengan usaha tanaman anggrek yang akan dikembangkan menjadi unit usaha untuk kesejahteraan bersama. Hal itu, menurut Prayit adalah untuk memanfaatkan lahan sekolah yang begitu luas dengan sesuatu yang punya nilai ekonomis serta menambah keasrian sekolah.

Keasrian lain juga terlihat dengan adanya pergola yang ditumbuhi tanaman merambat di sisi sekolah. SMPN 22 juga menyediakan gazebo yang teduh untuk siswa bercengkrama saat jam istirahat. Di sebelah gazebo ada tulisan besar berbunyi Sperolik, yang menurut Prayit singkatan dari SMP rolikur (22).

KS Teguh Prayitno di taman kelinci sekolah

Tak hanya itu. Kepala Sekolah Prayit juga membuat lahan untuk taman kelinci. Lokasinya berada di sebelah barat selatan sekolah, tepatnya di dekat tangga yang menghubungkan satu gedung dengan gedung lainnnya.

Beberapa kelinci tampak berlarian, sedangkan lainnya nyaman bersembunyi di balik terowongan kecil yang sengaja dibuat. Taman kelinci tersebut ternyata juga menjadi hiburan serta edukasi siswa untuk mencintai hewan peliharaan.

Di pojok sekolah, selain disediakan ruangan kesenian, juga terdapat kantin yang luas sehingga para siswa leluasa melepas waktu jam istirahat.

Untuk sarpras, SMPN 22 tak kalah dengan sekolah lainnya. Disamping memiliki aula indoor serbaguna yang mampu menampung ratusan orang, sekolah juga punya dua lapangan voli, selain lapangan khusus untuk upacara bendera.

Lapangan voli yang luas, selain lapangan sepak bola dan lapangan upacara



Saking luasnya, SMPN 22 juga punya lapangan sepak bola yang sering dipakai sekolah atau instansi lain untuk berolah raga. Maklum saja, di Desa Pelutan memang lapangan sepak bola masih minim.

Selaku kepala sekolah, Teguh Prayitno memang sudah familiar dengan SMPN 22. “Saya pertama kali jadi guru di sekolah ini mulai tahun 2001. Lalu pada tahun 2016 jadi KS di SMPN 39 yang lokasinya di Kaligesing,” ucapnya.

Berikutnya pada tahun 2017 dirinya diangkat jadi KS di SMPN 25 di Loano dan menjadi ketua sub rayon 3. Setahun kemudian menjadi KS SMPN 18 di Kemiri sekaligus Plt KS di SMPN 22.

Saat itu Prayit juga menjabat sebagai ketua sub rayon 7. Barulah mulai bulan Agustus lalu Prayit menjadi KS secara definitif di SMPN 22. Maka tak heran kalau Prayit sudah paham dengan kondisi sekolah tersebut.

Tanaman anggrek yang dikembangkan sebagai unit usaha sekolah

Dirinya bersyukur, meski berada di “pelosok” SMPN 22 tetap banyak diminati. Hal itu tampak dari jumlah siswanya yang mencapai 666 orang, dibagi ke dalam 21 kelas.

Seperti dituturkan oleh Waka Kesiswaan Rini Almasih, M.Pd yang mendampingi kepala sekolah saat wawancara berlangsung. Rini menjelaskan ekskul yang ada di SMPN 22 yakni drumband, hadroh, pencak silat, PMR, dan PIKR. Adapun jumlah guru mencapai 40 orang.

Prayit menyampaikan, di hari ulang tahunnya yang ke-39 pada tanggal 15 Desember mendatang sekolah berencana akan merayakannya.

“Selama ini memang kami belum pernah merayakannya. Mudah-mudahan bisa terlaksana, sekaligus sebagai ajang pemanasan menggalang para alumni untuk persiapan lustrum dan reuni akbar di tahun berikutnya,” tandas Prayit. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *