Diresmikan, Gedung Praktek Siswa TKR CoE SMK YPT Purworejo Senilai Rp 3,5 M

PURWOREJO, Sebagai pusat unggulan, SMK YPT Purworejo kini memiliki gedung praktek siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) Center of Excellence (CoE). Peresmian gedung praktek prestisius itu dilakukan hari Sabtu (27/3) oleh Kancab Dinas Pendidikan Wilayah 8 Jawa Tengah Dr. Nikmah Nurbaity, M.Pd.

Selain Nikmah, sederet tamu undangan hadir dalam acara tersebut. Antara lain Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Yophi Prabowo, SH, Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Samsul Hadi, Pembina YPT FX Purwadi, Yayasan Toyota Astra Hendratmaka. Juga Manajer Nasmoco Magelang Subhan Firdaus, pengawas SMK Wilayah Kedu, ketua MKKS Kedu Bani Mustofa, serta ketua MKKS SMK Gandung Ngadino dan Budiyono.

Kepala SMK YPT Toto Wibowo, S.Pd, M.Pd melaporkan, total dana yang digunakan untuk pembangunan gedung beserta fasilitas pendukung senilai Rp 3,5 miliar. “Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik dan pembelajaran serta peralatan pendukung,” ucap Toto.


Disebutkannya, perjuangan mendapatkan gelar CoE tidak seperti mendapat durian runtuh karena melalui perjuangan. “Semula bengkel yang kami miliki dikatakan oleh Pak Hendratmaka seperti kandang kerbau. Ucapan itu justru memotivasi kami untuk membangun gedung praktek yang representatif,” tegasnya.

“Insya Allah di tahun ajaran 2021/2022, SMK YPT Purworejo membuka kelas Industri untuk Kompetensi Keahlian TKRO dengan menggandeng Dudika Pendamping yaitu PT. Nasmoco Wilayah Kedu Raya. Rencananya setiap semester SMK YPT mengadakan program kerja Nasmoco Go To School (NGtS),” imbuh Toto.

Kegiatan NGtS berupa layanan servis mobil kepada masyarakat umum yang dilaksanakan di bengkel TKRO SMK YPT bekerjasama dengan PT. Nasmoco Magelang. Adapun teknisi/mekaniknya didatangkan dari PT. Nasmoco dan dibantu oleh siswa kompetensi Keahlian TKRO.

Mesin hidrolik baru yang juga diresmikan

Manajer Nasmoco Subhan Firdaus mengakui, dirinya turut mengawasi proses pembangunan gedung praktek. Ia berjanji akan mensupport dengan membuat program bengkel yang akan dilakukan oleh siswa secara teguler. “Saya akan mengajak siswa SMK YPT untuk dapat melakukan uji emisi gas buang serta melakukan pembelajaran bersama,” kata Subhan.

Ketua MKKS SMK Gandung Ngadino turut bangga atas prestasi yang dicapai SMK YPT. Dari 41 SMK yang ada di Purworejo, ujarnya, hanya dua SMK yang dapat bantuan pembangunan gedung praktek, yakni SMK YPT dan SMK Muhammadiyah Purwodadi.
Ia juga menyebut, 41 SMK itu dibagi dalam delapan kelompok dan 28 kompetensi keahlian. Itulah alasan Purworejo dinyatakan sebagai Kabupaten Vokasi.

Di sisi lalin Nikmah Nurbaity berpesan agar semua guru dann karyawan SMK YPT memiliki artikulasi keunggulan sekolah. Dirinya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan SMK YPT untuk menjadi sekolah pusat unggulan.

Di akhir acara seluruh hadirin meninjau gedung praktek yang memiliki fasilitas lengkap. Diantaranya simulator alat kerja dan ruang pembelajaran siswa yang berada di lantai 2. Juga bengkel mobil dengan peralatan hidrolik. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *