SMK Nurussalaf, Satu-Satunya Sekolah Pesantren NU di Purworejo yang Kembangkan Robotica

KEMIRI, Hingga saat ini SMK Nurussalaf (NS) Kemiri masih menjadi satu-satunya sekolah berbasis pesantren NU di Kabupaten Purworejo yang mengembangkan robotica sebagai kegiatan ekstra kulikuler siswa.

Ditemui di ruangannya, Kepala SMK NS Khoiril Adlan, SPd.I, M.Pd.I mengungkapkan, berkat kelebihannya itu, SMK NS langsung ditunjuk pihak MKKS SMK untuk mewakili Purworejo pada Lomba LKS tingkat provinsi tahun ini.

Memang bukan perkara yang mudah untuk bisa mencapai prestasi tersebut. Khoiril menuturkan, selama tiga tahun berturut- turut SMK NS yang saat ini memiliki 635 siswa selalu menjadi wakil Purworejo di ajang kompetensi bergengsi untuk siswa SMK itu.

Dua tahun berturut-turut SMK NS berhasil menjadi Juara 3 tingkat provinsi, menyisihkan sekolah lain yang dalam hal prestasi dan nama lebih bonafid. “Alhamdulillah, SMK NS yang nota bene merupakan sekolah pinggiran dan berada di tempat terpencil bisa bersaing dengan sekolah besar di kota besar,” ucap Khoiril, Selasa (23/3).

Materi lomba virtual bidang Teknik Sepeda Motor


Untuk kepentingan ekstra kulikuler robotica, Khoiril mengaku, pihaknya tidak tanggung- tanggung mengeluarkan biaya. Termasuk untuk membeli Robot Festo V3 seharga Rp 300 juta untuk mengikuti lomba LKS tahun lalu. Tentu saja tidak semua SMK di Purworejo punya kemampuan finansial membeli robot seharga ratusan juta buatan Jerman itu.

Tahun ini, tim robotica SMK NS yang dibimbing oleh Wiwit Prastowo S.Pd memiliki target lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Dua siswa yakni Arya Prima Loma Afreda kelas XII TKJ dan Muhamad Agil Fahmi Saputra kelas XI TKJ dipilih berdasarkan pengamatan dan potensi yang dimiliki.

Keduanya merupakan siswa yang getol dalam kegiatan ekskul robotica. Selain itu tahun ini SMK NS juga meloloskan siswanya dalam bidang lomba Teknik Sepeda Motor (TSM) ke tingkat provinsi, yakni Firman Aditya, siswa kelas XII Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Bedanya, Firman mengikuti seleksi di tingkat kabupaten dan berhasil menjadi Juara 1.

Wiwit Prastowo dan Khoiril Adlan memperlihatkan Robot Vesto V3


Lomba tingkat provinsi kali ini diadakan secara virtual. Di bidang robotica, materi lomba berupa simulasi robot pembawa barang yang ditugaskan membawa produk dari tempat produksi ke gudang. Adapun bidang TSM berupa teknik perawatan dan perbaikan sepeda motor.

Terkait dengan hasil yang telah diperoleh di tingkat kabupaten, Khoiril menyebut, pihaknya telah memberikan reward berupa
bebas SPP selama tiga bulan mulai April.
“Bila juara provinsi rewardnya berupa uang pembinaan dan beasiswa selama enam bulan,” ujarnya.

Bagi Khoiril, hasil tersebut diharapkan dapat membuka mata banyak pihak bahwa sekolah yang berbasis pesantren pun bisa bersaing dalam hal kecanggihan teknologi yang selama ini identik dengan siswa di perkotaan yang lebih modern. “Kami ingin berbagai ilmu dan bisa belajar satu sama lain,” pungkasnya. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *