SMK Kesehatan Purworejo dan KLC Teken MoU untuk Buka Pusat Studi Bahasa Korea

PURWOREJO, SMK Kesehatan Purworejo kembali melakukan penandatanganan MoU untuk tujuan globalisasi. Kali ini MoU dilakukan dengan Korean Language Center (KLC) Mugunghwa untuk membuka Pusat Studi Bahasa Korea di SMK Kesehatan. Penandatanganan Mou dilakukan Selasa (2/2) antara Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, M.Pd dan penanggungjawab KLC Mugunghwa, Slamet, S.Pd, MM.

Nuryadin menyampaikan, kerjasama itu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi SMK Kesehatan Purworejo.

“Sebagai sekolah yang sudah mendapatkan akreditasi A, SMK Kesehatan tidak berhenti melakukan terobosan. Sebelum ini juga MoU membuka kelas unggulan untuk magang dan bekerja di Jepang,” kata Nuryadin.

Dijelaskannya, langkah yang dilakukan adalah untuk mempersiapkan siswa menyongsong era globalisasi, yakni persaingan tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Langkah tersebut dilakukan, menurutnya, juga demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang sudah berdiri delapan tahun itu.

Peserta acara MoU

Meski demikian Nuryadin menambahkan, program kerjasama tersebut masih akan dikaji lagi dengan pihak sekolah. Paling tidak selama lima sampai enam bulan ke depan sebelum akhirnya dilaksanakan.

“Nantinya bisa dalam bentuk ekstrakurikuler Bahasa Korea, ataupun juga bisa dimasukkan ke dalam mata pelajaran sebagai muatan wajib,” imbuhnya.

Acara yang dihadiri juga oleh guru dan siswa tersebut tidak hanya berupa penandatanganan MoU. Ada juga sesi sharing yang disampaikan oleh Slamet, S.Pd, MM, penanggungjawab Korean Language Center Mugunghwa.

Slamet yang merupakan warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kemiri bercerita pengalamannya selama kurang lebih 30 tahun bekerja di Korea.

Slamet sharing pengalaman

“Dulu saya bekerja di Samsung Indonesia, kemudian saya terpilih bersama 149 pekerja lainya untuk melakukan job training di Korea, dan akhirnya bekerja di Korea,” ucapnya.

Slamet juga meyakinkan siswa SMK Kesehatan Purworejo untuk tidak takut bekerja di luar negeri. Hal itu karena banyak manfaat yang didapat, yakni relasi, pengalaman, dan juga salary (gaji) yang lebih tinggi. “Mudah-mudahan kerjasama ini bisa terjalin dengan baik, romantis, dan kalau bisa forever,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen Drs. Bani Mustafa yang juga hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi terhadap manuver positif yang dilakukan SMK Kesehatan.

Disebutkannya, program itu sejalan dengan usaha pemerintah untuk melakukan link and match sekolah dengan industri sebanyak-banyaknya sesuai dengan Inpres no. 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. (AR)

 185 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *