Siswi SMPN 2 Terancam Buta Diduga Akibat Dilempar HT oleh Oknum Polisi Saat Operasi

PURWOREJO, Layla Putri Ramadhani (16) siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo terancam buta permanen diduga akibat dilempar HT (handy talky) oleh anggota Satlantas Polres Purworejo Briptu JP yang sedang menggelar razia kendaraan, di pertigaan Lengkong, Banyuurip, Selasa (30/4) lalu. Layla kini dirawat intensif di RS Sardjito Yogyakarta setelah sebelumnya dirawat di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama teman-temanya mengendarai sepeda motor hendak menuju Kelurahan Sucen Jurutengah untuk sesi pemotretan guna membuat buku kenangan. Saat kejadian korban dibonceng oleh Fikri.
Setiba di lokasi kejadian, tepatnya di barat lampu merah ada anggota Satlantas Polres Purworejo yang sedang melakukan razia kendaraan.
Diduga karena paniik, Fikri justru tancap gas meski sebelumnya sempat berhenti. Melihat itu salah satu anggota Satlantas berusaha menghentikan dengan cara melempar sesuatu hingga dua kali dan terakhir melempar HT ke arah wajah Fikri. Namun lemparannya meleset dan mengenai mata kanan korban yang dibonceng.

Sesampai di depan TK Trajumas korban mengeluh matanya sakit dan berdarah sehingga Fikri menghentikan sepeda motornya. Secara kebetulan di tempat itu ada perawat RSUD dan setelah melihat kondisi mata korban menyarankan dibawa ke UGD. Saat itu juga korban dilarikan ke UGD menggunakan taksi.

Selanjutnya Fikri menghubungi teman-teman dekat korban termasuk ibu korban. Setelah melihat kondisi anaknya, oleh ibu korban Fikri kasus tersebut dilaporkan ke polisi.

Mendapat laporan, sejumlah anggota Satlantas Polres Purworejo kemudian mendatangi korban untuk meminta keterangan dan memberikan uang santunan untuk korban yang diterima kakaknya. Saat korban dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta dikawal oleh mobil polisi.

Di RSUD Dr Tjitrowardoyo korban sempat menjalani operasi namun hanya untuk mengurangi pendarahan dan mengurangi rasa sakit saja.
Sementara Waka Polres Purworejo Kompol Andis Arfan Taufani saat jumpa pers membantah jika korban dilempar HT hingga mata kanannya terluka.
“Tidak benar kalau dilempar, itu hanya terkena HT yang dipegang anggota Satlantas dan juga tidak ada unsur kesengajaan,” kata Waka Polres dihadapan wartawan, Kamis (1/5).

Menurut Waka Polres, pada waktu itu ketika korban berusaha kabur saat dihentikan hampir menabrak sejumlah anggota polisi yang sedang menjalankan operasi karena laju kendaraannya oleng.

“Nah karena saat itu anggota yang bersangkutan akan tertabrak maka dengan reflek mencoba menghentikan dengan tangan kiri yang sedang memegang HT dan tanpa disengaja mengenai tubuh korban,” jelas Waka Polres.

Meski sudah terjadi benturan, lanjut Waka Polres, yang bersangkutan tidak tahu jika mata korban luka dan baru mengetahui setelah keluarga korban melapor.
Dijelaskan untuk saat ini korban sudah dirujuk ke RS Sardjito dan seluruh biaya ditanggung oleh Polres Purworejo. Sementara polisi yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Purworejo.

“Jika nanti dari hasil pemeriksaan ada unsur kesengajaan dan di luar SOP maka akan dikenai tindakan tegas terhadap yang bersangkutan,” tandas Waka Polres (W5).

Tinggalkan Komentar