Siswa SMKN 3 Purworejo Wakili Jawa Tengah ke Tingkat LKS Nasional

PURWOREJO, Dari 12 SMK di Purworejo baik negeri maupun swasta yang siswanya maju dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi, siswa SMK N 3 Purworejo menjadi satu-satunya peserta yang berhasil lolos ke tingkat nasional. Dia adalah Melvi Erl Sanggi, siswi kelas XII Jurusan Tata Boga SMKN 3 Purworejo.

Kepala SMKN 3 Purworejo Samsiyah S.Pd saat ditemui di sekolah pada Selasa (30/3) menyebutkan, Melvi berhasil meraih Juara 1 pada mata lomba Restaurant Service. Atas prestasinya itu Melvi yang tinggal di Kampung Ngedok RT 3 RW 13 Wonosobo Barat berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah pada LKS tingkat nasional.

“Dengan prestasi ini, maka selama dua tahun berturut-turut SMKN 3 Purworejo berhasil meraih Juara 1 di bidang yang sama. Tahun lalu atas nama Lasmi Yatun,” tutur Samsiyah yang didampingi Humas SMKN 3 Safitri, S.Pd, M.Pd.

Selain tata boga, SMKN 3 Purworejo juga mengirimkan dua siswa lainnya pada mata lomba cookery dan hair dressing. Hanya saja dua bidang lainnya tidak menjadi juara 1 sehingga tidak mewakili ke babak selanjutnya.

Safitri menyebut, materi lomba meliputi
tujuh task. Yakni Covering buffet table, Napkin folding, Fruit cutting for dessert, Barista, Flambe, Mixing mocktail, dan Sequence of service. Dari ketujuh task tersebut, lanjut Safitri, yang paling tinggi poin penilaiannya adalah sequence of service, mencapai 60%, dengan waktu penyajian mencapai hampir dua jam.

Kepala SMKN 3 Samsiyah,S.Pd dan Mervi Erl.Sanggi saat wawancara

Dalam lomba selama dua hari yakni tanggal 23 dan 24 Maret itulah, Mervi berjibaku menyelesaikan tujuh task lomba dengan bersungguh-sungguh. Upanya dibawah pembimbing utama Andina Nur Indri Astuti, S.Pd.T membuahkan hasil. “Selama tiga bulan saya dibimbing Bu Andina melakukan persiapan untuk lomba. Alhamdullilah fasilitas sekolah lengkap, sehingga memudahkan saya untuk berlatih,” ungkap Mervi.

Ia bertutur, dari ketujuh task lomba, yang paling sulit adalah sequence of service. Hal itu karena banyak teknik dan tahapan yang harus dilalui sekitar dua jam. Mulai dari menyambut customer, meracik dessert, serta teknik menghidangkan empat menu utama. Sedangkan materi lain berkisar 5 hingga 15 menit.

Meskipun sempat grogi saat menjalani sesi lomba secara virtual itu, tapi ia masih bisa menyerap dengan baik materi lomba yang sudah diterimanya saat kelas XI. Dirinya kini bersiap untuk kembali berlatih untuk maju ke tingkat nasional. Materinya walaupun sama tapi menurut Safitri, tingkat kesulitannya lebih tinggi.

Samsiyah kembali menegaskan, mapel yang diberikan di SMKN 3 selama ini sudah mengacu pada kurikulum kelas industri. Dengan jumlah siswa sebanyak 942 siswa yang berasal dari 29 rombel, Samsiyah berencana menjadikan kelas tata boga sebagai kompetensi unggulan dalam pengusulan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *