Siswa SMAN 1 Purworejo Ciptakan Planting Bag, Tas Benih yang Bisa Ditanam

PURWOREJO, Empat siswa SMAN 1 Purworejo membuat karya inovatif berupa planting bag (tas tanam), yakni tas berbahan baku pelepah pisang yang mengandung bibit tanaman. Adalah Irfaana Maulida (ketua kelompok), Annisa Dwi Pangestuti, Dina Oktaviani, dan Annisa Shofa Azahra yang mempresentasikan karya mereka dalam Lomba Krenova Kabupaten Purworejo tahun 2022.

Kepada Purworejo News, Irfa mengatakan, ide awal pembuatan planting bag muncul saat melihat banyaknya pelepah pisang di sekitar rumah di Desa Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh. Mereka pun memiliki ide untuk mengolah pelepah pisang itu tidak hanya berfungsi sebagai tas tetapi juga memiliki nilai lebih.

Yakni dengan menambahkan benih tanaman pada desain tas. Jadi selain berfungsi sebagai wadah, planting bag juga bermanfaat untuk menanam bibit tanaman yang ada dalam tas tersebut. Benih yang dipakai adalah yang berukuran kecil seperti bayam, tomat, dan cabai.

Dijelaskan, selain pelepah pisang, bahan lain yang diperlukan untuk membuat planting bag yaitu soda api, benih sayuran, dan air. Adapun pendukung lainnya yaitu cetakan saringan seperti sablon serta lem.

Empat siswa SMAN 1 sedang memoresentasikan Planting Bag di Lomba Krenova

Cara membuat planting bag, pelepah pisang dikeringkan selama satu hingga tiga hari tergantung cuaca. Setelah kering lalu dipotong-potong kemudian direbus ke dalam air yang telah ditambahkan soda api sekitar 15 menit.

Berikutnya diangkat lalu dicuci dan dibersihkan kemudian diblender. Bubur pelepah pisang tersebut lalu dicetak dan dikeringkan selama sehari. Saat dicetak itulah ditaburi sekitar 50 benih sayuran pada setiap lembar yang akan dibuat tas.

Setelah kering barulah pelepah pisang yang telah berisi benih sayur itu dibuat tas sesuai ukuran. Keunggulan dari planting bag ini, selain ramah lingkungan karena memakai bahan organik, juga dapat difungsikan kembali.

Keempat siswa dan planting bag hasil keeasinya

Artinya tas yang sudah tidak layak pakai bisa ditanam dan menghasilkan bibit tanaman. Caranya dirobek kemudian ditanam di media tanam. Dalam jangka waktu tiga hingga empat hari, benih tanaman tersebut sudah tumbuh dan bisa dimanfaatkan.

Terkait kekuatan, planting bag bisa membawa dua botol air mineral ukuran 600ml sekaligus.
Selain itu planting bag juga aman digunakan untuk wadah panganan seperti tempe goreng atau bakwan mengingat bahan bakunya terbuat dari bahan organik.

Seperti disampaikan oleh guru pembimbing Arwina, S.Pd.Si nantinya produk tersebut bisa dikembangkan di SMAN 1 yang berpredikat sekolah adi wiyata. Tujuannya untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai bungkus panganan.

Meski harganya masih relatif mahal yakni Rp 6.500 untuk planting bag berukuran 20×30 cm, tapi mereka beranggapan bahwa nilai tersebut sepadan dengan benefit yang didapat. Disamping juga menanamkan budaya menanam pada generasi milenial. (Dia)

Tinggalkan Komentar