Singkirkan Ribuan Peserta, Danang Rizky, Warga Bagelen Terpilih Jadi Duta Peradilan Indonesia

BAGELEN, Rona bahagia terpancar dari wajah Saliman dan Sintawati. Warga RT 04 RW 01 Dusun Tambahrejo Desa Krendetan Kecamatan Bagelen itu tak dapat menahan haru saat putra semata wayangnya Danang Rizky Fadilla Amanta dinobatkan menjadi Duta Peradilan Indonesia (DPI)  tahun 2022. Pengumuman grand final dilakukan di Soehanna Hall Energy Building, SCBD Lot, Jakarta, Kamis (18/8) malam.

Danang yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UAD Yogyakarta itu berhasil menyisihkan 2.573 peserta dari 351 perguruan tinggi yang tersebar di 33 propinsi. Dari ribuan peserta tersebut kemudian ditetapkan 20 peserta dan disaring kembali menjadi delapan peserta terbaik.

Berikutnya dipilih tiga terbaik yang kemudian menyampaikan orasinya di hadapan juri dan tamu kehormatan. Selain Danang, dua terbaik lainnya yakni Deden Rafi Syafiq Rabbani dari Universitas Padjajaran Bandung dan Ridea Oktavia dari Universitas Syah Kuala Aceh.

Pada babak grand final Danang menyampaikan materi orasi dengan tema Perma tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan 3 UU TPK. Ia berhasil memukau tiga dewan juri dan tamu kehormatan yang hadir secara langsung.

Adapun yang menjadi tamu kehormatan yakni Ketua Mahkamah Agung H.M. Syarifuddin, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Direktur Utama PT. Indosiar Visual Mandiri Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo.

Danang diapit Menhumham dan Ketua MA usai dinobatkan sebagai DPI 2022

Dewan juri pada babak grand final terdiri atas Hakim Yustisial Mahkamah Agung atau Asisten Ketua MA, D.Y. Witanto, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, Ronald Lumbuun dan pakar public speaking, Eva Alicia.

Usai dinobatkan menjadi DPI, Danang mendapatkan ucapan selamat dari juri dan tamu kehormatan. Pemilihan DPI merupakan rangkaian ulang tahun  ke -77 Mahkamah Agung. Sasarannya yakni mahasiswa aktif fakultas hukum dan syariah terbaik dari seluruh Indonesia yang berusia antara 18-22 tahun.

Menurut Ketua Mahkamah Agung dalam laman berita mahkamahagung.co.id yang dikutip Purworejo News, pemilihan DPI bertujuan untuk mengakrabkan hukum khususnya kepada mahasiswa hukum di seluruh Indonesia dan masyarakat pada umumnya.

Sebagai duta peradilan, Danang diharapkan mampu menjadi jembatan antara Mahkamah Agung dengan masyarakat untuk membentuk perspektif positif dunia peradilan.

Atas prestasinya tersebut Danang berhak menerima bantuan dana pendidikan sebesar Rp 25 juta. Adapun ketujuh finalis lainnya mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta. (Dia)

Tinggalkan Komentar