Sholat Idul Adha Hari Sabtu, Muhammadiyah Purworejo Sediakan 19 Lokasi

PURWOREJO, Perbedaan ketetapan waktu pelaksanaan Idul Adha antara Muhammadiyah dengan pemerintah tahun ini otomatis membuat penyelenggaraan sholat Ied yang berbeda waktunya. Muhammadiyah menetapkan 10 Dzulhijah jatuh pada hari Sabtu (9/7), adapun pemerintah, berdasarkan sidang isbat, hari Minggu (10/7).

Menanggapi hal tersebut, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Pujiono, memberikan tanggapan. Dihubungi melalui saluran WhatsApp, Rabu (6/7), Pujiono yang tengah menunaikan ibadah haji itu memberi penjelasan.

“Alhamdulillah Muhammadiyah sejak awal sudah menentukan 10 Dzulhijah satu paket dengan Ramadhan dan Idul Fitri. Hal itu karena Muhammadiyah menggunakan metode hissab. Artinya bahwa seberapa pun tinggi hilal atas sudah di atas ufuk (wujudul hilal) dapat dilihat atau tidak sudah terhitung bulan baru,” tulisnya.

Ketua PDM Purworejo Pujiono, Muhammadiyah pakai metode hissab

Sementara Pemerintah menggunakan metode Imkanu ruk’iyat (kemungkinan bulan bisa dilihat) dengan ketentuan tinggi bulan di atas ufuk harus 3 derajat. “Dengan cara tersebut maka hasilnya akan berbeda karena metode pendekatan yang tidak sama,” lanjutnya.

Meski begitu Pujiono menegaskan hal tersebut tidak menjadi masalah. “Yang penting kita saling menghormati dan tidak saling mengklaim paling benar, atau menyalahkan pihak lain yang berbeda dengan kita,” lanjut Puji.

Bagi Muhammadiyah, perbedaan itu suatu keniscayaan dan sunatullah sehingga harus punya sikap dan jiwa tasamuh atau toleran terhadap perbedaan.

Terkait dengan waktu perbedaan tersebut, Muhammadiyah telah menyediakan 19 tempat sholat di hari Sabtu bagi warga Muhammadiyah atau masyarakat yang akan sholat di hari Sabtu atau sehari lebih awal dari waktu yang ditetapkan pemerintah.

Berikut 19 lokasi dimaksud:

Lokasi sholat Idul Adha hari Sabtu mendatang

Tinggalkan Komentar