Seru, Cukup Bayar Rp 30 Ribu, 50 Peserta Ikuti Lomba Makan Durian 2 Menit

GEBANG, Lomba makan durian yang diadakan Pemerintah Desa Prumben, Kecamatan Gebang, Rabu (18/1) disambut antusias warga Purworejo. Sayangnya, dalam lomba yang diadakan dalam event bertajuk Prumben Belah Duren itu panitia membatasi peserta hanya bagi 50 peserta. Sehingga banyak pendaftar yang ditolak. Meski begitu lomba pun berjalan seru.

Para peserta berlomba-lomba menjadi yang tercepat menghabiskan dua buah durian dalam waktu dua menit. Syaratnya pun ringan, cukup hanya membayar Rp 30 ribu, peserta mendapatkan dua buah durian tersebut.

Kades Prumben Sumrodin melalui Sekdes Irvan Romadhon kepada Purworejo News menjelaskan teknis lomba.

“Kesepakatan panitia, apabila dalam waktu dua menit
durian pertama yang dimakan tidak habis, maka sisanya buat peserta, durian kedua kembali ke panitia, ” jelas Irvan.

Penilaian lomba varian durian

Apabila dalam waktu dua menit durian pertama berhasil dimakan habis, lanjut Irvan, maka durian kedua meskipun baru habis satu pongge dan seterusnya, sisanya menjadi hak peserta. Warga Desa Prumben, kata Irvan, tidak diperkenankan ikut lomba makan durian.

Setelah lomba, panitia menetapkan Imam, warga Desa Winong menjadi juara 1 dengan 18 pongge. Adapun Asmiyati warga Desa Brunosari dan Ikram warga Desa Gintungan menjadi juara 2 dan 3 dengan menghabiskan 15 dan 12 pongge dalam waktu dua menit.

Selain lomba makan durian, panitia juga menggelar lomba varian durian lokal. Kali ini pesertanya adalah khusus para petani durian di Desa Prumben. Lomba diikuti 49 peserta dengan juri berasal dari Dinpermades, Camat Gebang, dan pendamping desa.

Athoilah, Turmudi, dan Faiz Saifullah berhasil menggungguli petani durian lainnya di Desa Prumben dengan menjadi juara 1, 2, dan 3. Durian milik mereka dinilai yang paling enak rasanya, tebal dagingnya, dan menarik warnanya.

Fauzi, maniak durian dari Mranti

Ribuan durian yang ada dalam kegiatan tersebut selain dijual juga dibagikan secara gratis kepada pengunjung khususnya warga dari luar desa.

“Ya biar mereka icip-icip rasa durian kami juga tidak kalah dengan yang dari kecamatan lain di Purworejo ini,” kata Irvan.

Tak hanya itu. Panitia juga melelang puluhan durian yang disusun menyerupai bentuk gunungan. Gunungan durian itu pun dilelang dan akhirnya dimenangkan oleh pengunjung dari Cilacap dengan harga Rp 3.100.000.

Salah satu pengunjung, Fauzi (64) warga Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo yang lama tinggal di Jakarta pun menyempatkan diri datang ke Desa Prumben. Bersama istri dan anak perempuannya, pensiunan karyawan Pertamina itupun dengan lahapnya menyantap durian langsung di tempat.

Gunungan berisi tumpukan durian diarak menuju Balai Desa Prumben. Gunungan durian itu di akhir acara dilelang

Fauzi pun memborong beberapa durian premium untuk dibawa pulang. Menurut Fauzi, rasa durian Prumben tak kalah dengan durian lain. “Mantap,” katanya sambil menenteng beberapa durian yang hendak dibawa pulang.

Irvan menambahkan, Desa Prumben terdiri atas tiga dukuh yakni Krajan RT 1, Mentosaran RT 2, dan Pengaringan RT 3. Adapun jumlah KK-nya sekitar 500, sebagian besar merupakan petani durian.

Ditegaskannya kembali bahwa kegiatan yang diadakan kali ini adalah untuk mempromosikan Desa Prumben sebagai sentra durian lokal.

“Selama ini yang datang banyaknya pengepul durian. Diharapkan setelah ini masyarakat mengetahui kalau di desa kami juga durennya tak kalah rasanya dengan durian daerah lain,” tegasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar