Serap Aspirasi Warga, Bupati Purworejo Kembali Lakukan Saba Desa

NGOMBOL, Setelah absen lebih dari dua tahun akibat pandemi Covid-19, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM kembali melakukan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD), pada Jum’at (03/06). Dalm kunjungan perdana setelah pandemi kali ini, bupati didampingi oleh kepala OPD terkait.

Yakni Kepala Dinas PUPR Suranto, Kepala Dinas Kesehatan Sudarmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Plt Kepala DKPP Wasit Diyono. Juga Kepala Dinas KUKMP Gathot Raharjo, Pimpinan Bank Jateng Purworejo serta Kepala Dinas DP3APMD Laksana Sakti.

Bupati mengunjungi lima desa sekaligus yang ada di Kecamatan Ngombol, yakni Desa Pagak, Wero, Girirejo, Malang dan Ngentak. Pada setiap lokasi yang dikunjungi, bupati menyampaikan bantuan dari Baznas Kabupaten Purworejo serta menerima saran, aspirasi, dan keluhan dari masyarakat setempat.

Berbagai keluhan diterima bupati, antara lain terkait normalisasi Sungai Lereng 1 dan Sungai Lereng 2, serta pembangunan jalan ke arah pantai. Para petani juga mengeluhkan lahan pertanian selatan yang tidak bisa ditanami akibat sering terimbas banjir.

Bupati menyerahkan bantuan dari Baznas Kabupaten Purworejo

Sementara warga lainnya ada yang meminta bantuan kendaraan sampah. “Bank sampah kami sudah berjalan dua tahun Pak. Tapi dalam operasionalnya kami terkendala kendaraan untuk mengambil sampah. Jadi kami minta bantuan paling tidak angkutan roda 3 untuk mengangkut sampah dari rumah ke rumah,” kata Sucipto salah satu warga Desa Ngentak.

Menanggapi hal itu, Bupati menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Lereng 1 dan 2 sudah lama dan sering diusulkan ke pemerintah pusat maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Tapi hingga kini belum ada realisasi.

“Karena ada Bandara YIA, maka yang akan dinormalisasi dengan pengerukan sedimen adalah sungai Bogowonto terlebih dahulu. Kita akan upayakan untuk terus mendorong agar normalisasi Sungai Lereng 1 dan 2 dapat segera terealisasi, ” ungkapnya.

Mengenai pembangunan jalan, menurutnya, Pemda akan siap membangun atau memperbaikinya jika memang status jalannya milik kabupaten.

Bank sampah milik warga yang minta bantuan kendaraan operasional

Masyarakat juga bisa memanfaatkan Aplikasi Jalan Aman untuk melaporkan jalan yang rusak dan akan langsung didatangi oleh petugas dari PUPR.

Bupati juga berharap pengelolaan bank sampah bisa bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengambil sampah setelah terkumpul. Kendaraan bisa diusulkan melalui kelompok tani. Penggunaanya pun bisa bersama-sama dengan kelompok tani.

“Untuk jalan tol masih proses identifikasi, masih banyak masukan terkait planning jalur tol. Jadi bapak ibu sekalian jangan terlalu sibuk memikirkan tol dulu, itu masih lama prosesnya,” lanjut Agus Bastian.

Disebutkan, area selatan Purworejo memang diperuntukan bagi kawasan industri. Mulai tanggal 23 Mei lalu, status jalan Daendels telah berubah menjadi jalan nasional. “Kita patut bersyukur,, karena jika dikelola oleh pusat maka kualitas dan pengembanganya akan lebih terlihat,” tandas bupati. (Adv)

Tinggalkan Komentar