Tinggal 11 Pasien Positif Covid-19 yang Dirawat di RSUD Dr Tjitrowardojo

PURWOREJO, Tren menurunnya  jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tentu menggembirakan berbagai pihak. Bahkan diharapkan ke depan tidak ada lagi tambahan pasien positif covid-19. Hal itu karena semua orang yang terkait dengan pasien positif covid-19 sudah ditracking lengkap.

“Sampai hari ini, Sabtu (30/5), dari 38 pasien positif Covid-19, 27 diantaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. Sisanya yang 11 orang masih bertahan di lantai tiga ruang Bima RSUD Dr Tjitrowardojo,” ujar Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam Penanganan Covid-19, dr Darus, di ruang kerjanya, Sabtu (30/5).

Menurut dr Darus, ke-11 pasien itu hampir semuanya tidak memiliki gejala penyakit berat. Itu artinya mereka sebenarnya bisa menjalani perawatan di rumah alias isolasi mandiri.

Dokter Darus menjelaskan, dari 11 pasien tersebut beberapa diantaranya ada yang sudah hampir dua bulan menjalani perawatan dan sudah berkali-kali menjalani tes swab ulang, tapi hasilnya masih positif.

Darus menuturkan, salah satu sebab lamanya penyembuhan adalah lemahnya daya tahan tubuh untuk melawan virus tersebut. Pemicunya bermacam-macam. Ada yang karena kurang tidur, pola makan yang salah, serta stress. 

“Hal itulah yang dapat menurunkan imunitas tubuh yang sangat berperan dalam penyembuhan virus ini,” tegas dr Darus.

Dr Darus

Dr Darus menyarankan bila kondisi rumah dan lingkungan mendukung, semua pasien positif Covid-19 yang saat ini masih berada di ruang isolasi di rumah sakit agar dapat menjalani perawatan di rumah. 

Hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan karena secara psikologis mereka lebih nyaman berada di lingkungan rumah daripada di rumah sakit.

Namun demikian dr Darus menekankan perlunya pengkodisian terlebih dahulu dengan lingkungan tempat tinggalnya. “Dibutuhkan kesiapan lingkungan dan keluarga untuk menerima warga positif Covid-19 yang akan melakukan isolasi mandiri di rumah,” ucapnya. 

Disamping itu yang tak kalah penting adalah kepatuhan dan disiplin yang tinggi dari yang bersangkutan untuk benar-benar mematuhi aturan sehingga masyarakat akan merasa aman.

Disamping masyarakat yang memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan dapat diterima oleh lingkungan, menurut dr Darus, yang bersangkutan harus pula menunjukkan itikad baik dan kesungguhan untuk tidakkeluar rumah selama menjalani isolasi mandiri.  

Dengan demikian akan kondusif dan diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan sehingga Purworejo dapat benar-benar terbebas dari virus yang hingga kini belum ada penangkalnya itu. (Dia)

Tinggalkan Balasan