SMK Nurussalaf Kemiri: Lokasinya di Pinggiran, Prestasinya Membanggakan

KEMIRI, Secara posisi, SMK Nurussalaf memang tidaklah menonjol karena sekolah kejuruan itu tidak berada di tepi jalan raya, melainkan “terselip” di jalan kecil yang hanya dapat diakses dari tepi jembatan di Kecamatan Kemiri.

Walau jauh dari kota dengan segala kemudahannya, sekolah yang pertama kali berdiri pada tahun 2004 itu terbukti dapat terus bertahan. Memasuki usia 16 tahun, SMK yang berada di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren Nurussalaf itu terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Waka Kesiswaan SMK Nurussalaf
Sudrajat Robikintiro, S.Pd. menuturkan, di awal berdirinya, SMK pertama di Purworejo yang berbasis pesantren itu hanya membuka dua jurusan yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Kini, SMK dengan dua lantai itu bertambah tiga jurusan yang ada sebelumnya, yakni Teknik Sepeda Motor (TSM), Telekomunikasi, dan jurusan Perhotelan yang baru memasuki tahun ketiga pada tahun ini.

Dari kelima jurusan itu, menurut Robikin, jurusan TKR lah yang paling banyak peminat hingga empat kelas per angkatan. Adapun jumlah siswa mencapai lebih dari 700 orang atau tepatnya 729 siswa dengan
jumlah siswa kelas XII sebanyak 253 orang.

Siswa jurusan TKR sedang praktik

Tentang pondok pesantren, Robikin bertutur, sekitar 30% siswa SMK Nurussalaf menjadi santri di Pondok Pesantren Nurusalaf yang berada di bawah asuhan Gus Muhammad Tafsir Imam.

Mereka adalah siswa yang berasal dari luar Purworejo. Di ponpes yang terletak di sebelah barat tak jauh dari sekolah itulah, para siswa santri berkhidmat memperdalam ilmu Agama Islam.

Meski berbasis religi, prestasi siswa SMK Nurussalaf yang paling menonjol justru di luar bidang agama. Tercatat beberapa prestasi siswa yang ditorehkan tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.

Sebagian prestasi itu berasal dari kegiatan ektra kulikuler (ekskul) yang ditekuni oleh siswa, seperti arung jeram yang berhasil menjadi juara tiga nasional melalui salah satu siswinya.

Juga ekskul robotik dan film yang berhasil mengharumkan nama SMK berslogan Disiplin Religius itu di tingkat nasional; suatu hal yang terbilang langka dan sulit untuk ukuran sekolah swasta yang letaknya jauh dari kota.

Siswa-siswi SMK Nurussalaf

Meski berada di pinggiran, SMK ini memiliki kegiatan ekskul yang terbilang kumplit. Beragam ekskul olah raga yakni futsal putra dan putri, sepak bola, badminton, silat, dan takraw yang berhasil menjadi juara Popda Kedu bahkan provinsi. Untuk ekskul olah raga arung jeram, mereka yang berminat diindukkan ke organisasi arung jeram di Purworejo.

Ekskul lainnya drumband yang juga banyak diminati. Mereka sering tampil dari desa ke desa terutama pada acara khotmil Quran dan HUT RI. Disamping itu juga ekskul tilawah, hadroh, qiroah, film, dan robotik.

Robikin mengatakan, kegiatan ekskul di SMK Nurussalaf tidak hanya sekedar menyalurkan minat bakat, tapi juga sebagai ajang unjuk prestasi, dan itu sudah terbukti.

Tak hanya itu. Menurut Kepala SMK Nurussalaf Khoiril Adlan, S.Pd, M.Pd.I, sarana dan prasarana di SMK Nurussalaf terbilang memadai, yakni memiliki laboratorium komputer, bengkel TKR dan TSM, dan laboratorium perhotelan. SMK yang memiliki 70 orang guru dan karyawan tersebut juga dilengkapi CCTV dan wifi gratis.

Urusan disiplin, menurut Khoiril yang merupakan KS ketiga di SMK Nurussalaf, sebenarnya bukanlah hal yang mudah diterapkan di sekolah yang mayoritas siswanya laki-laki. Tapi berkat gemblengan khusus kedisiplinan dalam bentuk Diklat secara berjenjang, para siswa terbiasa hidup disiplin dalam berbagai hal.

Kepala SMK Nurussalaf Khoiril Adlan, S.Pd, M.Pd.I bersama para guru

Khoiril menjelaskan, Diklat untuk kedisiplinan meliputi Diksarplin selama tiga hari yang wajib diikuti seluruh siswa, Diksarplin Lanjutan serta Diksarplin Purna untuk kelas XI, masing-masing selama tiga hari. Siswa juga dibekali diklat kepemimpinan yang diadakan dua kali setahun.

Dalam hal pendalaman agama, para siswa dibekali ilmu agama secara spesifik yakni fiqih, Aswaja, serta hadits-hadits.

Sebagai sekolah vokasi, lulusan SMK Nurussalaf sebagian besar memilih untuk bekerja. Untuk menyalurkan lulusannya bekerja, sekolah yang memiliki 24 kelas itu telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan seperti PT Epson, Chemco, serta Astra Grup yakni AHM, ADM, dan HPM.

Untuk jurusan Perhotelan, kepala sekolah yang sebelumnya menjadi guru agama itu berujar, pihaknya menjalin kerjasama dengan beberapa hotel berbintang lima di Yogya.

Hingga kini SMK Nurussalaf telah meluluskan 13 angkatan. Sebagian besar telah tertampung bekerja sesuai dengan peminatan jurusan. Khoiril berharap, para alumni tidak melupakan ibadah di tengah aktifitas mereka, karena hal itu dapat dijadikan benteng iman di tengah godaan yang semakin beragam saat ini.

Khoiril juga optimis di masa yang akan datang SMK Nurussalaf Kemiri tetap eksis dalam menghasilkan lulusan yang religius serta menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan sehingga menjadi alumni yang mumpuni. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan