Sedekah Sehari Seribu: Komunitas Perempuan Muslimah Penghimpun Sedekah

PURWOREJO, Jika kita lewat di kawasan Jalan Ahmad Yani, kita akan melihat sekumpulan wanita berkerudung rapi tengah sibuk membagikan nasi bungkus di sebuah warung. Warung Barokah (WB) namanya, tak jauh dari SMPN 2 Purworejo. Selain itu juga tampak hilir mudik orang baik yang mengantar maupun mengambil nasi bungkus.

Seperti yang tampak Jumat siang (3/7), beberapa pengayuh becak dan penumpangnya mampir ke WB untuk mengambil nasi bungkus. Juga pengemudi angkot berikut penumpangnya. Selain itu, beberapa orang yang memang sudah menjadi langganan, langsung menghampiri dan mendapatkan bagiannya.

Kegiatan pembagian nasi bungkus itu dilakukan oleh sebuah komunitas yang menyebut diri Sedekah Sehari Seribu (S3), yang  beranggotakan para perempuan muslimah dari berbagai profesi. 

Menurut Koordinator S3 Purworejo, Kuningsih yang ditemui di WB, sejak berdiri bulan Agustus 2017, S3 Purworejo memiliki 600an anggota yang kini terbagi dalam 3 WAG (WhatsApp Grup). Kuning merinci, WAG 1 dan 2 masing-masing 257 anggota, sedangkan WAG 3 sekitar 80 anggota.

Mereka, ujar Kuning, tersebar di berbagai wilayah di Purworejo dengan berbagai profesi. “Ada dokter, polwan, guru, pengusaha, karyawati, mahasiswi, dan ibu rumah tangga,” ujar Kuning yang berprofesi sebagai marketing.

Kuningsih

Kuning mengungkapkan, setiap hari minimal 200 nasi bungkus yang disediakan untuk siapapun yang membutuhkan, disebar di empat titik yakni Kutoarjo, Pituruh, Pasar Grabag, dan Cangkrep. “Khusus hari Jumat ada 1.000 nasi bungkus yang dibagikan,” kata Kuning.

Selain pembagian nasi bungkus yang merupakan program harian, kegiatan lain S3 yakni akomodasi mobil umat gratis untuk pasien dhuafa yakni mengantar dan menjemput pasien dengan sistem estafet. 

“Kami rutin mengantar jemput pasien  dhuafa yang akan berobat jalan ke beberapa RS rujukan di Yogja,” ucap Kuning.

Tak hanya itu, beberapa kegiatan sosial lain seperti pembagian beasiswa bagi siswa kaum dhuafa juga rutin dilakukan. Juga pembangunan mushola dan kegiatan amal lainnya.

Sistem pengumpulan donasi yakni dengan menyisihkan minimal Rp 1.000 atau lebih per hari yang dikumpulkan tiap bulan bisa melalui transfer, atau dititipkan langsung di WB. 

Kegiatan Jumat berbagi

Yang unik dari kegiatan itu: setiap open donasi yang diadakan untuk membiayai suatu kegiatan, saldonya harus nol. Bila sisa, harus dialokasikan untuk kegiatan serupa. 

Seperti saat open donasi untuk pembangunan mushola di Katerban, Kutoarjo. Kuning bertutur, dalam waktu sebulan terkumpul donasi Rp 60 juta. Saat pembangunan mushola selesai, dana yang tersisa kemudian dialokasikan untuk pembangunan mushola di tempat lain.

Untuk mengevaluasi kegiatan, S3 mengadakan rapat koordinasi setiap Rabu serta kopdar (temu darat) dan kajian anggota sebulan sekali. S3 juga tergabung dengan FPMP (Forum Pemberdayaan Masyarakat Purworejo).

Kuning berharap, dengan adanya pergerakan wanita muslimah yang tergabung dalam S3 bisa menggugah masyarakat Purworejo agar sadar berbagi  berbagi terutama dengan lingkungan.

“Jangan sampai kita bisa berlebih tapi orang di sekitar kita sampai kekurangan. Semoga kehadiran S3 bisa bermanfaat untuk banyak orang,” pungkas Kuning. (Dia)

Tinggalkan Balasan