Pemda Purworejo Stop Izin Pendirian Toko Modern, Alfamart Nekad Buka di 2 Lokasi

PURWOREJO, Terhitung mulai 18 November 2019, Pemkab Purworejo resmi menutup ijin pendirian toko modern berjejaring. Namun saat ini ada dua toko modern yakni Alfamart Andong dan Alfamart Maron yang nekad beroperasi pasca moratorium diberlakukan. Keduanya juga ditengarai tidak mengantongi izin dari pihak yang berwenang.
Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/12), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purworejo, Widyo Prayitno, SH menjelaskan, penutupan izin tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan.

Paling utama adalah untuk melindungi pasar tradisional dan pedagang kecil di wilayah Purworejo. Selain itu juga banyaknya masukan dari masyarakat tentang keberadaan toko modern berjejaring yang dampaknya merugikan pelaku usaha kecil.

Widyo Prayitno, SH

Widyo mencatat, saat ini di Purworejo sudah ada 71 toko modern berjejaring, 10 diantaranya non jejaring (perorangan). “Dengan adanya SK Bupati otomatis segala bentuk izin usaha tersebut tidak kami proses.Termasuk lima proposal yang sudah masuk,” ujar Widyo.

Ia menambahkan, syarat pendirian yang sangat mudah merupakan salah satu penyebab munculnya toko modern berjejaring di seluruh pelosok desa. Syarat itu adalah letaknya minimal berjarak 500 meter dari pasar tradisional. Disamping itu juga jaraknya minimal 50 meter dari toko modern sejenis.

Saat ini, kata Widyo, ada dua toko modern berjejaring yang sudah mendirikan bangunan walaupun belum memiliki izin. Keduanya berlokasi di Desa Andong Kutoarjo di desa Maron Loano. Untuk itu pihaknya telah melakukan tindakan dengan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban.

Hasil pantauan lapangan Purworejonews, kedua toko modern berjejaring itu memang sudah beroperasi sekitar satu bulan lalu. Termasuk toko modern berjejaring yang terletak di area SPBU Andong serta satu toko modern yang terletak di jalan raya Maron yang letaknya memang strategis.

Menurut Widyo, kedua toko modern berjejaring tersebut nekad beroperasi meski belum mengantungi izin.

“Kami akan menindak tegas mereka yang tidak menaati aturan,” pungkas Widyo. (Dia)

Tinggalkan Balasan