Sebagian Besar KK Miliki Jamban, Borokulon Terima Sertifikat ODF

PURWOREJO, Sebanyak 35 desa dan 1 kelurahan menerima sertifikat Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF). Kelurahan Boro Kulon merupakan satu-satunya kelurahan yang bersertikat ODF. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, pada upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Halaman Gedung Setda Purworejo, Senin (12/11).
Disamping penyerahan sertifikat juga diserahkan penghargaan dan piagam kepada tenaga kesehatan teladan. Hadir dalam kesempatan itu Forkopimda, Sekda Drs Said Romadhon, sejumlah kepala Puskesmas dan dinas instansi terkait.
Wabup Yuli Hastuti yang membacakan sambutan Menteri Kesehatan mengatakan, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, dalam membangun kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas bangsa.
Dikatakan, program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program- program kesehatan baik upaya kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat secara berkesinambungan.
“Fokusnya kepada 12 Indikator Kesehatan Keluarga yang berdasarkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga dengan harapan Puskesmas akan mampu melakukan intervensi kesehatan pada akar masalah kesehatan di tingkat keluarga,”tabdas Menkes.
Sementara itu Kepala Kelurahan Boro Kulon Singgih Purwanto usai upacara mengucapkan terimakasih atas pemberian sertifikat ODF ini dan bangga atas kerjasama dengan instansi terkait juga masyarakat, sehingga kelurahan dapat mewujudkan keluarga yang sehat khususnya melalui program SBS atao ODF. Sertifikat dari pemerintah Kabupaten Purworejo ini untuk memacu lebih semangat dalam membangun.
Dikatakan, saat ini dari 1.171 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Borokulon, ada 64 KK yang belum memiliki jamban. Hal itu karena tidak ada dana sehingga melakukan koordinasi dengan Puskesmas Banyuurip, dan instansi terkait.
“Kami juga menggandeng para pemilik Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kelurahan Boro Kulon untuk turut andil dalam mengentaskan SBS, yang kemudian melalui prosedur dapat teralisasi. Bahkan Babinsa juga membantu pemasangannya jamban dll,” jelas Singgih yang didampingi Kepala Puskesmas Banyuurip Zumrotul. (Nas)

Tinggalkan Komentar