Satpol PP Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar “Dua Hari di Rumah Saja”

PURWOREJO, Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 4435/0002933 tentang Peningkatan Kedispilinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap 2 di Jawa Tengah mendapat tanggapan beragam dari unsur terkait.

Pemkab Purworejo secara eksplisit mendukung kebijakan tersebut melalui flyer yang disebarluaskan melalui Bagian Humas dan Protokol. Flyer tersebut berisi foto Bupati Purworejo Agus Bastian, serta ajakan untuk Mensukseskan Gerakan Jateng Gayeng di Rumah Saja Tanggal 6-7 Februari.

Selain itu juga himbauan untuk melakukan 5M yakni mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar, menjaga jarak minimal 1,5 meter, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo pun mendukung program Pemrov tersebut. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo mengatakan, pihaknya berencana menutup seluruh obyek wisata yang ada di Purworejo pada tanggal tersebut.

Tak hanya itu, Dinparbud juga akan menutup kawasan Alun-alun Purworejo dari seluruh aktivitas warga yang biasanya ramai digunakan untuk kegiatan olah raga maupun refreshing.

Satpol PP dan Damkar tampaknya akan menjadi pihak yang paling sibuk untuk memastikan himbauan tersebut dapat berjalan efektif. Diakui Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo Budi Wibowo, pihaknya selama ini menggandeng beberapa unsur terkait untuk menegakkan aturan.

Flyer Gerakan Jateng Gayeng

“Kami melibatkan unsur Polri, TNI, Dinas Kesehatan dan beberapa pihak terkait untuk menyasar tempat-tempat yang rawan pelanggaran seperti tempat wisata dan tempat hiburan semacam kafe, serta tempat kerumunan seperti angkringan” ucap Budi Wibowo, Rabu (3/2)

Dijelaskannya, SE Gubernur itu sebenarnya mencakup pembatasan mobilitas warga, termasuk himbauan untuk tidak bepergian khususnya ke luar kota.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa secara sepihak menerapkan aturan tersebut. Termasuk tempat umum seperti pasar, bisa tetap buka seperti biasanya. “Silakan tetap berbelanja ke pasar seperti biasanya, tapi seperlunya saja,” himbau Budi.

Terhadap masyarakat yang tidak menaati aturan, Budi menegaskan, akan ada sanksi baik berupa teguran lisan, tertulis, denda administrasi, hingga penutupan tempat usaha.

Sudah hampir tiga minggu ini, menurutnya, toko modern berjejaring mulai menutup usaha pada pukul 20.00. “Tidak ada lagi yang buka hingga 24 jam,” tegas Budi. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *