Ratusan Ingkung dan Aneka Hasil Bumi Hiasi Kirab Merti Desa di Kemranggen

BRUNO, Ratusan ingkung dan aneka hasil bumi ditata di atas ambeng dan dipanggul oleh 10 pria berpakaian adat Jawa. Ambeng itu diarak keliling desa. Pemandangan sakral itu tersaji dalam kirab Merti Desa di Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno, Kamis (28/7).

Merti Desa di Kemranggen merupakan tradisi yang digelar rutin tiap tahun. Kegiatan tersebut mendapatkan respon antusias dari masyarakat. Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, SH, menyempatkan hadir di acara tersebut.

Wabup mengapresiasi warga masyarakat dan Pemerintah Desa Kemranggen yang telah melaksanakan kegiatan kirab budaya merti desa ini. 

“Kirab budaya merti desa merupakan salah satu bentuk pelestarian tradisi dan budaya bangsa. Pada hakikatnya merupakan kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan-Nya,” katanya.

Wabup Yuli Hastuti hadir di acara Kirab Merti Desa Kemranggen

Wabup mengajak masyarakat Desa Kemranggen untuk terus kreatif, berinovasi, menggali dan mengembangkan potensi budaya yang ada di desa secara optimal, dengan dukungan dari semua lapisan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Sementara Kades Kemranggen, Pargono, mengungkapkan, kegiatan merti desa merupakan peninggalan nenek moyang yang sampai saat ini masih dilestarikan. Merti desa biasanya diadakan setiap tiga tahun sekali.

Kurab kali ini berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, karenay saat ini masih masa pademi covid-19. Kalau biasanya kirab terdiri dari beberapa ambeng/ancak, untuk tahun ini hanya satu ambeng/ancak. 

“Saya berharap dengan diadakannya merti desa, masyarakat Desa Kemranggen diberikan keselamatan lahir dan batin, guyup rukun, gemah ripah, loh jinawi, titi tentrem kerta raharja serta dijauhkan dari pagebluk,” harapnya. (Nas)

Tinggalkan Komentar