Putri Nastha Yulia, Roro Purworejo 2021: Obsesinya Jadi Bankir

PURWOREJO, Terpilih menjadi Roro Kabupaten Purworejo Tahun 2021 sama sekali tidak disangka oleh Putri Nastha Yulia. Dara kelahiran Batam 6 Juli 2002 itu malah menjagokan finalis lain yang menurutnya lebih berkualitas. Maka ketika selempang Roro disematkan kepadanya pada acara Grand Final Bagus Roro Tahun 2021 pada tanggal 23 Juni lalu, Putri sempat tidak percaya.

Ditemui di salah satu kafe di kota Purworejo pada Minggu malam (27/6), Putri bercerita, keinginannya mengikuti ajang Bagus Roro sudah sejak tahun 2018, tepatnya saat dirinya masuk ke Purworejo, pindah dari Batam.

“Sayangnya saya belum cukup umur karena syarat minimal adalah berumur 17 tahun,” ucap gadis berkacamata minus 3 itu.

Sulung dari empat bersaudara itu bertutur, tahun 2017 dirinya pindah ke Purworejo dari Batam karena menemani neneknya yang tinggal sendirian di Desain Mudal, Loano. Sedangkan kedua orang tua serta tiga adiknya masih tinggal di Batam.

“Tahun 2018 tepatnya tanggal 21 November, Papa meninggal karena bocor lambung, berjarak dua minggu setelah adik bungsu saya meninggal karena infeksi usus. Papa shock berat dengan kepergian adik saya,” kenang Putri sedih.

Itulah momen tersedih dalam hidup Putri. Terlebih dirinya tidak bisa menghadiri pemakaman papanya karena ia berada di Purworejo. Setelah itu di awal tahun 2019 mama dan kedua adiknya juga pindah ke Purworejo.

Di sini, Putri yang bersekolah di SMK Batik jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga itupun menunjukkan prestasinya. Selama tiga tahun berturut-tutut dirinya menjadi juara kelas sehingga mendapatkan beasiswa dari sekolah.

Putri saat proses seleksi Bagus Roro 2021

Ia tercatat sebagai atlet bola tangan handal sekaligus sebagai top scorer. Prestasi lain adalah ketika dirinya terpilih menjadi Paskibra Provinsi di tahun 2018 mewakili Kabupaten Purworejo.

Putri sebenarnya bercita-cita menjadi seorang bankir. Itulah sebabnya ia berminat mendaftar STAN selepas SMA tahun lalu. Sayangnya saat itu STAN tidak membuka formasi pendaftaran.

“Akhirnya saya memutuskan untuk bekerja membantu ekonomi keluarga. Saya lalu melamar jadi staf TU di SMPN 24 yang kebetulan waktu itu membutuhkan tenaga TU karena karyawan sebelumnya pensiun. Alhamdulillah diterima,” kata Putri yang lahir dan tinggal selama 16 tahun di Batam.

Putri yang akan mewakili Purworejo dalam ajang Mas Mbak Jawa Tengah bulan November mendatang, tidak malu membantu mamanya yang berjualan nasi bakar di Pandekluwih.

Putri diapit ibu dan teman dekatnya

Ia pun bertutur, salah satu motivasinya ikut ajang Bagus Roro adalah untuk membuka link dengan banyak pihak terkait dengan pekerjaan yang diidamkannya yakni menjadi seorang bankir.

“Saat ini saya sedang fokus bekerja untuk membantu Mama. Tapi saya tetap punya keinginan untuk kuliah. Kalau bisa saya kerja sambil kuliah,” harapnya.

Pada ajang Mas dan Mbak Jateng mendatang Putri menargetkan diri bisa jadi Juara 1 agar bisa membuka peluang untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya. Selain juga agar Purworejo bisa berkibar, karena selama ini hanya berhasil masuk 10 besar. (Dia)

 774 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

2 comments

  1. SMK Batik Perbaik Purworejo ikut bangga mbak Putri…..semoga bisa mencapai Asa…..
    Berkibarlah Indonesia
    Berkibarlah Purworejo
    Berkibarlah SMK Batik
    Wujudkan cita cita mbak Putri….
    Aamiin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *