Purworejo Rawan Bencana, Wabup Minta Masyarakat Selalu Waspada

KEMIRI, Guna mengurangi dampak bencana, Pemda Purworejo menggelar rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Tahun 2022 dengan tema Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Kecamatan Kemiri, Selasa (14/6) di Pendopo Kecamatan Kemiri. 

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti, SH, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Bambang Susilo, Kepala Dinsosdaldukkb Ahmat Jaenudin, SIP MM, Kepala Pelaksana BPBD Budi Wibowo SSos MSi, Kabag Pemerintahan Setda Sudaryono, S.Sos, Forkopimcam Kemiri, Perwakilan KUA Kemiri, dan unsur terkait lainnya.

Wabup mengatakan, Kabupaten Purworejo terdiri atas dataran, pegunungan, perbukitan, dan pantai memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi.

Peserta Rakor

“Di Kecamatan Kemiri terdapat 15 desa yang rawan longsor, enam desa rawan banjir, dan ada empat desa rawan kekeringan,” kata Wabup.

Menurut Wabup, berdasarkan perhitungan BNPB tentang Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2020, indeks risiko bencana Kabupaten Purworejo menempati urutan ke-115 tingkat nasional dan peringkat 4 tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan kelas risiko tinggi.

“Pengetahuan dan pemahaman mengenai kebencanaan dan penanggulangannya harus dimiliki setiap individu, mengingat Kabupaten Purworejo merupakan daerah yang memiliki rawan bencana. Untuk itu harus diwaspadai dengan mengetahui potensi bencana yang terdapat di daerah tempat tinggal,” tandasnya.

Sementara itu Kalak BPBD Kabupaten Purworejo Budi Wibowo, S.Sos mengungkapkan, sembilan potensi ancaman bencana di Kabupaten Purworejo. Ancaman bencana itu meliputi tanah longsor, banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan/lahan, gempa bumi, tsunami, gunung api, dan pandemi. (Nas)

Tinggalkan Komentar