Purworejo akan Bangun Mini Zoo, Patung Hewan Sudah Dipasang di Alun-alun

PURWOREJO, Di penghujung tahun 2022 nanti, Pemkab Purworejo tampaknya ingin membuat sesuatu yang baru di Alun-alun Purworejo melalui Proyek Sculpture. Dalam beberapa hari terakhir ini di seputar Alun-alun Purworejo sudah terdapat beberapa tambahan sculpture berupa patung penari Ndolalak dan beberapa hewan. Yakni gajah, jerapah, sapi, dan kambing.

Patung-patung tersebut diletakkan di beberapa lokasi alun-alun. Patung lima penari Ndolakak di sebelah timur paseban barat, patung sapi di sebelah barat paseban timur. Adapun patung
kambing etawa di alun-alun sebelah selatan sisi timur. Sedangkan gajah dan jerapah di sebelah utara Amphiteater.

Kadin Porapar melalui Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Alun-alun, Agus Prediat, kepada Purworejo News menjelaskan, saat ini kelima patung tersebut masih dalam tahap pemasangan dan belum sepenuhnya lengkap.

“Untuk patung sapi masih belum dilengkapi gerobaknya. Selain itu untuk letak atau posisi yang pasti masih menunggu evaluasi dari kadin Porapar dan bupati. Kalau sudah oke baru dibuat permanen. Jadi ini baru layout awal,” ungkap Agus, Kamis (24/11) siang.

Patung penari Ndolalak menghiasi Alun-alun Purworejo

Evaluasi yang dimaksud, menurut Agus termasuk pada letak patung penari Ndolalak yang saat ini masih terpasang menghalangi jalur (kuning) untuk difabel.

Terkait maksud dipasangnya patung -patung hewan termasuk penari Ndolalak, Agus menyimpulkan hal tersebut berkenaan dengan rencana Pemkab Purworejo yang akan membuat mini zoo atau kebun binatang berlokasi di dekat talang PDAM yakni di Jalan raya Purworejo-Magelang. “Rencananya (mini zoo) akan dibangun tahun 2024,” jelas Agus.

Adapun filosofi dari hewan dan tari Ndolalak itu, Agus menuturkan, hewan jerapah dan gajah masing-masing ada dua yakni ibu (orang tua) dan anaknya.

Kepala UPT Pengelolaan Alun-alun, Agus Prediat

“Itu mempunyai makna agar orang tua dapat mendampingi atau menjaga anak-anaknya. Adapun makna sapi dan gerobaknya, merupakan alat transportasi yang digunakan di Purworejo jaman dulu. Tari Ndolalak merupakan kesenian khas Purworejo. Demikian pula dengan kambing etawa yang menjadi ikon hewan kebanggaan Purworejo dari Kaligesing,” jelas Agus.

Semua hewan-hewan tersebut menurut Agus, boleh dinaiki oleh pengunjung alun-alun, khussnya anak-anak. Hal tersebut karena bahan baku pembuatan patung tersebut sangat kuat.
Adapun semua pengadaan patung-patung tersebut, lanjut Agus, menelan biaya Rp 177 juta yang bersumber dari APBD perubahan tahun 2022.

Selain itu, Pemkab juga akan menempatkan satu patung raksasa setinggi sembilan meter yakni tokoh Gatotkaca yang menggantikan patung robot Bumblebee sebelumnya, yang memiliki tinggi enam meter.

Bumblebee yang sudah “tumbang”, akan diganti tokoh Gatotkaca

Patung karakter Gatotkaca tersebut menurut penuturan Agus, terbuat dari logam dan asesoris spare part kendaraan yang dikerjakan oleh alumni ISI Yogyakarta dengan nilai sekitar Rp 90 jutaan.

“Gatotkaca merupakan simbol kekuatan, rencananya akan dipasang paling cepat akhir bulan ini,” kata Agus. Ditandaskannya, baik patung hewan, penari Ndolalak maupun Gatotkaca rencananya akan dilaunching saat perayaan akhir tahun ini.

Adapun patung super hero Superman, Spiderman dan Batman masih akan tetap eksis. “Targetnya sebelum libur Natal sudah selesai semua karena kontrak kerja sampai tanggal 29 Desember,” pungkas Agus. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *