Populer di Era 90an, Anak-anak Purworejo Kini Demam Permainan Latto-latto

PURWOREJO, Belakangan ini anak-anak di mana pun sedang dilanda demam bermain latto-latto. Latto-latto mainan viral yang terbuat dari bahan plastik yang kokoh, diikat pada seujung tali dengan ukuran bola yang seimbang dan berbagai macam warna. 

Latto-latto adalah jenis permainan anak asal Amerika Serikat yang pernah populer di era tahun 90an. Saat ini permainan itu kembali populer, termasuk di Purworejo.

Penjualan permainan Latto-latto di toko permainan meledak hingga terjual ribuan pasang Latto-latto. Seperti yang disampaikan oleh pemilik toko Semut Perkasa, Putra, kepada reporter Purworejo News, Selasa, (3/1), di tokonya, Kampung Tuksongo.

Putra menyebut, permainan Latto-latto mulai booming kembali semenjak ada Vidio Latto-latto yang dimainkan di Tiktok. Di Purworejo, permainan itu mulai beredar di awal Desember lalu. Kini mulai ramai dimainkan oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak.

Dikatakan, sebenarnya usai lebaran lalu tokonya telah menyetok Latto-latto. Namun saat itu sudah promosi berkali kali belum juga berhasil. Mungkin karena dianggap permainan yang sudah kuno sehingga kalah dengan game-game digital.

Putra, penjual latto-latto

Ia juga mengkonfirmasi bahwa penjualan Latto-latto dari awal bulan Desember hingga hari ini sudah mencapai 3.000 pasang lebih dan berhasil sold out keras dengan tiga varian.

“Dari awal booming itu sudah 3.000 lebih pasang Latto-latto terjual. Per hari terjual 200 pasang itu sudah biasa,” ujarnya.

Adapun tiga macam Latto-latto yang dijual di tokonya yakni Latto-latto dengan bahan agak gelap dengan harga Rp 5.000, Latto-latto dengan bahan glowing seharga Rp 7.000 dan Latto-latto yang ukurannya lebih besar dijual dengan harga Rp 8.000.

Awalnya Putra menduga penjualan latto-latto itu menurun ketika waktu berlibur telah usai, karena anak-anak sudah kembali fokus pada belajar. Namun justru waktu masuk sekolah penjualan latto-latto tambah meningkat. 

Menurutnya, permainan yang sederhana tapi cukup menantang itu tidak semua bisa memainkannya sehingga mereka berlomba-lomba dapat memainkan.

Seorang anak sedang memainkan latto-latto

Sementara itu, Putra berharap nantinya permainan latto-latto ini dapat dilombakan di Purworejo. Daerah lain sudah mulai dilombakan dan jika di Purworejo ada yang mengadakan, pihaknya sanggup menyeponsorinya

Putra menambahkan, cara memainkan Latto-latto ini bisa dibilang sukar-sukar mudah dan dapat melatih kesabaran serta keseimbangan. Tergantung caranya yakni dengan membenturkan kedua bola menggunakan satu telapak tangan hingga bergerak naik turun dan menimbulkan bunyi yang cukup nyaring.

“Gunakan tali yang tidak terlalu panjang, ikat kedua bola dengan ujung tali, pastikan panjang kedua bola sama. Masukkan cincin di bagian atas tali dengan cara disimpul. Ukur pegangan tangan ketika bermain dengan memasukkan 2/3 jari lalu ikat tali sesuai ukuran tadi. Kemudian ayunkan latto-latto dengan cara naik turun dengan ritme yang semakin cepat namun konsisten,” kata Putra sambil memainkan latto-latto.

Selain memiliki toko permainan, putra juga mempunyai konter elektronik yang juga menjual pulsa dan kuota. Namun akhir-akhir ini penjualan pulsa dan kuota menurun drastis semenjak latto-latto buming.

“Sejak ada latto-latto penjuslan pulsa mulai menurun, mungkin minat anak-anak hari ini sudah mulai bergeser dari yang tadinya serba digital kini kembali ke tradisional lagi,” pungkasnya. (M/Saiful)

Tinggalkan Komentar