Polling Cabup Tak Jelas, Luhur Pambudi Minta Masyarakat Tak Pilih Dia

PURWOREJO, Maraknya perbincangan polling calon bupati-wakil Purworejo yang beredar di media sosial belakangan ini mendapat sorotan dari Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Luhur Pambudi, yang namanya ikut tercantum dalam polling. Luhur menyatakan tidak tertarik dengan polling-polling seperti itu karena lembaganya tidak jelas. Apalagi ada beberapa nama yang dinilai “belum masanya” dikandidatkan.
“Andaikata yang mengeluarkan polling itu sebuah lembaga atau LSM, itupun perlu ditelusuri apa dasarnya memunculkan nama nama seperti yang dicantumkan dalam polling tersebut,”jelasnya mengomentari maraknya perbincangan polling, Sabtu (22/6).
Tetapi, kata Luhur Pambudi lebih lanjut, siapapun boleh-boleh saja mengeluarkan polling. Anggap saja itu bagian dari demokrasi dan aspirasi masyarakat.

Di sisi lain Luhur berpesan kepada masyarakat jika mengikuti polling itu, jangan memilih atau mengeklik nama Luhur Pambudi. Alasannya, dia ingin fokus bekerja saja sesuai job description yang jadi tugasnya untuk kepentingan masyarakat Purworejo.
Luhur mengingatkan agar masyarakat tidak ikut polling-pollingan yang sepertinya dibuat oleh beberapa orang politisi yang namanya dimasukkan dalam polling. Dan nama-nama politisi baru tersebut juga pernah menyebarluaskan polling di group-grup WA.
“Yang bersangkutan tidak malu-malu minta tolong untuk namanya diklik di polling-polling yang disebarkan,”tandasnya tanpa bersedia menyebutkan nama politisi muda dimaksud.

Menurutnya, partai maupun masyarakat sebaiknya cerdas membaca peluang dan mempunyai balon yang memenuhi kriteria untuk dicalonkan. Dan partai mempunyai sistem assesment, selain uji kepemahaman idiologi partai yang dilakukan secara terbuka dan akuntable kepada para kandidat untukk mencari yang paling kapable dan dibutuhkan Purworejo.
“Biasanya partai punya hasil survey yang dibuat dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan agar mendapat respon positif dari masyarakat,”jelasnya.
Luhur mengatakan, kandidat akan muncul pada 4 – 5 bulan sebelum pendaftaran Balon (bakal calon). Yaitu kandidat yang benar-benar “dijagokan”, tanpa bermaksud mengecilkan para “kandidat” yang ramai di polling.
“Untuk benar-benar menjadi calon bupati atau calon wakil bupati, ada syarat tersurat dan tersirat, yaitu berdasarkan hasil survey, kelayakan, ketokohan, elektabilitas, dukungan internal dan eksternal, peran partai, tim sukses yng handal, strategi dan mesiu (dana-red). Ini pengalaman saya menjadi tim relawan Capres 2003, 2009, dan beberapa pilkada,”jelasnya.
Namun, menurut Luhur, tak kalah penting sebagai ikhtiar manusia, juga faktor di luar pemikiran dan usaha manusia, yaitu catatan laughfulmahfudz,”pungkasnya. (Nas)

Tinggalkan Komentar