Piagam untuk Daftar Berlaku Paling Cepat 6 Bulan dari Tanggal PPDB, Begini Alasannya

PURWOREJO, Pemberlakuan piagam penghargaan untuk mendongkrak nilai dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP dan SMA ternyata dibatasi. Piagam penghargaan yang dapat diterima hanya yang diperoleh paling singkat enam bulan dan paling lama tiga tahun.

Dalam ketentuan yang tertuang dalam Juknis disebutkan, jalur prestasi di bidang akademik dan non akademik, bukti atas prestasi paling singkat enam bulan dan paling lama tiga tahun sebelum tanggal Pendaftaran PPDB. Akibatnya beberapa pelajar yang memiliki prestasi terutama pada event Popda harus gigit jari.

Seperti disampaikan oleh ketua PPDB SMPN 4, Pawitno, M.M.Pd, Selasa (21/6). Kepada Purworejo News ia menjelaskan, meski belum banyak calon peserta didik yang mendaftar dengan menyertakan piagam, hal itu cukup mengecewakan mereka.

Pawitno, MM.Pd

“Kasihan, banyak orang tua calon peserta didik yang mengeluhkan ketentuan tersebut. Mereka kecewa karena prestasi putra putrinya tidak bisa mendongkrak nilai seperti yang diharapkan,” ucap Pawitno.

Pawitno juga mempertanyakan adanya tiga ketentuan berbeda terkait masa berlaku piagam dimaksud yang tertuang dalam Juknis PPDB. Yakni paling singkat enam bulan, Juni 2021, dan Juni 2022.

Terkait dengan hak tersebut Kabid Pendidikan Dikbud Kabupaten Purworejo SMP Frikly Widhi Dewanto (Dodik) memberi penjelasan.

Frikly Widhi Dewanto

Disampaikan, ketentuan pemberlakuan piagam untuk pendaftaran PPDB yang dinyatakan berlaku yaitu didapat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dan paling singkat enam bulan sebelum tanggal pendaftaran.

Dodik menambahkan, acuan paling singkat enam bulan dilakukan untuk mendorong siswa kelas 6 dan 9 lebih fokus mengikuti ujian sekolah. “Kasihan. Mestinya pelajar yang mengikuti lomba apapun paling akhir enam bulan sebelum lulus, sehingga mereka fokus pada ujian sekolah,” tegas Dodik.

Meski begitu ia tidak mengingkari bahwa aturan umur pelajar yang masih bisa mengikuti Popda menjadi alasan keikutsertaan mereka. “Walaupun konsekuensinya piagam tersebut tidak bisa digunakan untuk mendaftar sekolah di jenjang selanjutnya pada tahun yang sama,” pungkasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar