Peserta KKN Undip Ajari Para Ibu Kelola Status Gizi Balita Selama Pandemi 

KUTOARJO,  Ada yang berbeda dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat ini. KKN yang biasanya dilaksanakan berkelompok pada salah satu desa, kini dilaksanakan secara mandiri di kampung mahasiswa masing-masing. Hal itu juga dilakukan oleh mahasiswi Universitas Diponegoro bernama Vitri Setyo Rahmadhani.

Mahasiswi jurusan Ilmu Gizi ini tergabung dalam KKN Tim I periode 2021 yang dibimbing oleh Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto,  ST, M. Eng. mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Berkelanjutan (SDGs) pilar ke 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Menurut Vitri, akibat adanya pandemi, kegiatan masyarakat yang memerlukan pengumpulan orang harus dibatasi, salah satunya kegiatan posyandu.

Pembatasan kegiatan posyandu pada awal kasus covid-19 di Indonesia mengakibatkan pelaksanaan pemantauan status gizi pada anak terhambat. Hal ini berdampak pada adanya peningkatan masalah gizi, salah satunya di wilayah Kelurahan Kutoarjo.

Assessment perkembangan balita di Posyandu Kelurahan Kutoarjo

Melihat fenomena tersebut, Vitri mengaku mendapat  kesempatan untuk dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah yang terjadi dan sebagai upaya untuk mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah ia dapat selama berkuliah.

Masalah gizi, kata Vitri, merupakan keadaan yang timbul akibat ketidakseimbangan atau adanya gangguan antara asupan yang diterima dengan kebutuhan tubuh. Ketidakseimbangan tersebut bisa berarti kelebihan maupun kekurangan gizi yang dapat diketahui melalui penetapan status gizi. 

Dalam melaksanakan program KKN, Vitri menitikberatkan pada permasalahan gizi yang terjadi pada balita. Masalah gizi dapat dinilai dari penetapan status gizi melalui indikator berat badan menurut tinggi badan. 

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan bahwa persentase gizi kurang sebanyak 13,8% dan gizi lebih 8,0%. Sedangkan berdasarkan data 5 Posyandu di Kelurahan Kutoarjo, sebanyak 4 balita mengalami obesitas, 9 balita beresiko gizi lebih, dan 5 balita mengalami gizi kurang.

Penyerahan booklet dan leaflet Panduan Pola Asuh Smart Mom

Dari data tersebut, Vitri berusaha untuk dapat membantu masyarakat terutama ibu-ibu untuk mencegah dan memperbaiki status gizi pada anak.

Ibu balita sebagai sasaran utama program KKN karena keberhasilan pencapaian status gizi optimal anak sangat ditentukan oleh pola asuh orangtua. 

Hal itu berkaitan dengan pemberian makanan yang tepat serta manajemen aktivitas fisik anak. Pemberian makanan yang kurang atau berlebih dari kebutuhan anak dapat mengakibatkan ketidakseimbangan sehingga mengakibatkan tidak tercapainya status gizi yang optimal. 

Untuk itu sebagai upaya pencegahan penigkatan masalah gizi selama masa pandemi, Vitri mengusung program Edukasi dan Konseling Gizi Smart Mom untuk memperbaiki pola asuh para ibu balita dalam mengasuh anak.

Konseling gizi pada ibu balita yang mengalami masalah gizi

Pelaksanaan program tersebut dilakukan secara door-to-door atau dari rumah ke rumah yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kegiatan pengumpulan banyak massa, mengurangi durasi kontak yang terlalu lama, serta dapat memfokuskan penyampaian materi. 

Kegiatan tersebut didahului dengan adanya pelaksanaan posyandu sejak  tanggal 11 Januari hingga 18 Januari 2021 untuk dilakukan pengukuran yang meliputi berat badan, tinggi badan/panjang badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala untuk menetapkan status gizi.

Setelah dilakukan penetapan status gizi, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan utama yaitu Edukasi dan Konseling Gizi Smart Mom kepada ibu balita yang ada di Kelurahan Kutoarjo pada tanggal 14 hinga 24 Januari 2021.

Kegiatan edukasi dan konseling gizi Smart Mom bertujuan memecahkan permasalahan gizi yang terjadi pada balita. Agar memudahkan ibu balita dalam memahami dan mengingat materi yang telah disampaikan, Vitri memberikan media berupa leaflet dan booklet yang berisi tentang permasalahan gizi anak, cara mengatasi masalah gizi, serta kiat-kiat yang dapat ditempuh dalam menghadapi pandemik covid-19 saat ini.

Pengukuran lingkar lengan atas (Lila) di Posyandu Kelurahan Kutoarjo

Pada proses Edukasi dan Konseling Gizi, ibu balita melakukan diskusi secara langsung untuk membahas masalah gizi yang terjadi pada anaknya serta bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi masalah gizi tersebut dan membuat komitmen untuk dapat memperbaiki pola asuh ibu kepada balita sesuai dengan kondisi anaknya.     

Seorang peserta Edukasi dan Konseling, Bu Dwi, mengaku sangat senang mendapat kesempatan berdiskusi dengan Vitri untuk mementukan cara mengatasi masalah gizi yang terjadi pada anaknya.

“Sekarang saya jadi lebih paham tentang masalah gizi obesitas pada anak saya dan tau cara memperbaikinya. Terimakasih ya mbak Vitri, semoga KKN pulang kampung ini bisa bermanfaat bagi semua masyarakat di Kutoarjo untuk memperbaiki status gizi anak” tutur Bu Dwi.  (**)

Penulis: Vitri Setyo Rahmadhani (Ilmu Gizi). Dosen Pembimbing KKN: Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto, S.T., M. Eng.

 329 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *