Pertama Kali Pasca Pandemi Covid-19, SMPN 32 Purworejo Gelar Perkemahan Sekaligus Baksos

KEMIRI, Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, SMPN 32 Purworejo kembali menggelar Perkemahan bagi anggota  baru Gudep XI. 06.12. 107/108 . Kegiatan yang diikuti oleh  224 siswa kelas 7 itu diadakan dua hari yakni Jumat dan Sabtu (22-23/9) di lapangan sekolah yang berlokasi di Desa Karangduwur Kecamatan Kemiri. Acara perkemahan digelar setelah siswa mengikuti kegiatan PTS dan clasmeeting.

Sebanyak 40 anggota Dewan Penggalang (DP) turut mendampingi guru SMPN 32 mengawal kegiatan perkemahan tersebut. Ditemui di ruangannya, kepala SMPN 32 Murtiningsih, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan dilakukan untuk mempersiapkan peserta agar mandiri, bekerja keras, dan ulet dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Kegiatan perkemahan ini juga melatih siswa  untuk dapat bekerja sama dan saling menghargai, serta peduli terhadap sesama,” ucap Murtiningsih kepada Purworejo News, Jumat (22/9).

Santunan bagi siswa kurang mampu

Untuk itu, dalam kegiatan tersebut juga sekaligus dirangkai dengan bakti sosial  berupa pembagian bahan pokok untuk penduduk kurang mampu di lingkungan sekolah.

Caranya, siswa menyisihkan uang saku mereka  dan berhasil membeli 80 kg beras yang dibagi menjadi 16 paket. Melalui perwakilan beberapa pengurus Pramuka, mereka membagikan sendiri bantuan tersebut ke rumah-rumah penduduk di sekitar SMPN 32.

Tak hanya itu. Di hari yang sama sekolah juga memberikan santunan kepada 54 siswa yang termasuk dalam kategori yatim piatu, yatim, piatu maupun kurang mampu dari kelas 7, 8, dan 9. Dananya, menurut Murtiningsih, berasal dari muzakki (ASN dari SMP N 32) yang dihimpun oleh Baznas Kabupaten Purworejo senilai Rp 10,8 juta.

Bantaun dari siswa untuk penduduk sekitar sekolah

Didampingi Waka kurikulum Budi Haryono, Murtiningsih menjelaskan, sekolah mengajukan kepada Baznas Kabupaten Purworejo untuk membantu menyalurkannya kepada 54 siswa SMPN 32. Hal tersebut, lanjut Murtiningsih, agar tepat sasaran dan diberikan kepada orang-orang terdekat.

Murtiningsih yang baru 1,5 bulan menjabat kepala sekolah di SMPN 32 itu menjelaskan,  pemberian santunan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

“Siswa dalam kategori tidak mampu tersebut akan merasa nyaman belajar di sekolah tanpa ada beban apapun, dan akhirnya bersama- sama dengan siswa lain akan dapat mengukir prestasi yang lebih baik,” ungkapnya.

Kepala SMPN 32 Murtiningsih, ajarkan siswa peduli dan berbagi

Dirinya berharap bentuk perhatian dan kepedulian kepada siswa tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk keperluan sekolah, misalnya untuk membeli buku dan alat tulis, tas, maupun sepatu. “Sehingga mereka tidak lagi merasa rendah diri karena keadaannya,” imbuhnya.

Murtiningsih optimistis, meskipun hanya hal kecil yang dilakukan saat ini, di kemudian hari dapat mengubah dan membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang lebih peduli. Selain juga mau berbagi terhadap orang-orang di sekelilingnya yang memerlukan. (Dia)

Tinggalkan Komentar