Pengusaha Tempat Hiburan Temui Bupati, Tolak Wacana Penutupan

PURWOREJO, Sejumlah pengusaha tempat hiburan menemui Bupati Purworejo Agus Bastian, Senin (25/2). Kepada bupati mereka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap wacana penutupan tempat hiburan di Kabupaten Purworejo. Mereka didampingi sejumlah anggota LSM Laskar Langit.

Rombongan diterima Bupati Purworejo Agus Bastian didampingi Kabid Penegakan Perda Satpol PP, Mujono, SH, Kabag Humas dan Protokol Setda, Gatot Seno Aji, SE, MM, Asisten II Sekda Drs Boedi Hardjono dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Widyo Prayitno, SH.

Dalam kesempatan itu penasihat hukum Laskar Langit, Dewa Antara, SH, mengatakan, pemerintah harus bertindak bijak karena wacana penutupan hiburan dinilai sebagai tindakan yang kurang tepat.

“Seharusnya pemerintah melalui dinas terkait harus melihat dulu persoalannya. Kalau memang ada peredaran miras atau obat terlarang ya memang harus ditindak. Tapi kalau tidak ada ya cukup dibina saja,”kata Dewa Antara.

Lanjut Dewa Antara, usaha tempat hiburan menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemilik usaha sudah keluar modal dan tempat usahanya memiliki karyawan.

“Kalau ditutup terus nasib mereka bagaimana? Ini yang harus dipikirkan pemerintah,”ucap Dewa Antara.

Menanggapi hal tersebut Bupati Purworejo Agus Bastian menegaskan dirinya tidak pernah melarang usaha tempat hiburan di Kabupaten Purworejo, karena dalam Perda juga tidak ada larangan.

“Saya tidak melarang usaha tempat hiburan, tapi harus memiliki izin serta sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. Apalagi dalam Perda tidak ada larangan,”kata bupati.

Menurut bupati, dalam rangka menyambut bandara New Yogyakarta Internasional Airport di Kulon Progo, Purworejo memang membutuhkan tempat hiburan.

“Selama tempat hiburan tersebut memiliki izin, memenuhi persyaratan dan sesuai peraturan maupun perundangan serta tidak dilarang Perda, akan saya dukung,”tandas bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa perda tidak melarang usaha tempat hiburan. Yang dilarang bila ada peredaran mirasnya. Bila ada peredaran miras di tempat hiburan pasti akan ditindak.

“Ketentuan dalam Perda Miras di Purworejo adalah 0 persen. Jadi jika terbukti ada peredaran miras (di tempat hiburan) akan kami tindak,”tutur bupati.

Bupati juga menghimbau agar para pengusaha tempat hiburan segera mengurus perizinan agar tidak menimbulkan keresahan.

“Punya ijin dulu baru buka, jangan buka dulu baru izin. Itu yang bisa menimbulkan kerawanan,”pungkas bupati. (W5)

Tinggalkan Komentar