Pemkab Purworejo Targetkan 100 Persen Desa Capai ODF

PURWOREJO, Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan salah satu program menuju masyarakat sehat. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk dapat mencapai 100 persen ODF. 

“Saat ini kita mengarah ke percepatan dari BABS ke ODF atau stop BABS, targetnya 100 persen. Sedang persentase desa ODF atau yang sudah bebas BABS  sudah sekitar 60 persen,” ucap Sekda Purworejo Drs Said Romadhon, pada kegiatan sosialisasi percepatan desa ODF atau Stop BABS Kabupaten Purworejo di Pendopo Kabupaten, Rabu (27/7). 

Hadir Kepala Dinas Kesehatan dr Sudarmi, MM dan Kepala Bappeda Sukmo Widi Harwanto, SH, MM sebagai narasumber. 

Lebih lanjut Sekda mengatakan, ada beberapa kecamatan yang hampir ODF. Untuk itu harus dilakukan percepatan pencapaian ODF dengan sinergitas dari berbagai segi, yakni seluruh perangkat daerah terkait di kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan, juga BPD. 

“Termasuk dukungan dari Kodim dan Polres, MUI, Baznas, media massa, perguruan tinggi, juga PKK,” tandas Sekda.

Jika ini sudah sinergi, kata Said Romadhon, dalam waktu tidak terlalu lama Purworejo menjadi kabupaten ODF. Tentu dimulai dari ODF desa, kecamatan, yang kemudian Kabupaten Purworejo dapat mencapai ODF.

Ratusan kepala desa ikuti sosialisasi BABS

“Pasti tidak ada yang menolak untuk menuju desa ODF karena baik untuk semua. Dengan capaian ODF, maka masyarakatnya bisa sehat, tujuan negara bisa tercapai,” harapnya.

Sementara itu dr Sudarmi mengatakan, desa yang sudah mendapatkan sertifikat ODF sebanyak 227 desa. Sedangkan yang belum ODF bisa segera menyusul, karena kita berpacu dengan waktu.  

Beberapa kecamatan yang belum ODF, seperti Grabag (kurang 11 desa), Purwodadi (kurang 1 desa), Loano (kurang 2 desa), Ngombol (kurang 13 desa), Bagelen (kurang 5 desa), Kaligesing (kurang 1 desa), Purworejo (kurang 19 desa), Banyuurip (kurang 16 desa), Bayan (kurang 6 desa), Kutoarjo (kurang 6 desa), Butuh (kurang 6 desa) dan Pituruh (kurang 10 desa). 

“Kecamatan Bruno, Gebang, Kemiri, dan Bener kurangnya masih di atas 10. Diharapkan kekurangan di masing-masing kecamatan tersebut bisa segera ditangani, seperti arahan Pak Sekda untuk bersinergi dengan instansi terkait,” jelas Sudami.

Ketua Panitia dr Budi Susanti, MSc melaporkan, sosialisasi diikuti 180 desa yang sampai saat ini belum menjadwalkan untuk verifikasi ODF. 

Sedangkan 41 desa sudah dijadwal untuk verifikasi ODF, yang artinya sudah siap untuk dinilai bahwa di desa itu warganya sudah tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan. (Nas)

Tinggalkan Komentar