Pasca Tahun Baru, Harga Cabai Makin “Pedas”, Harga Sayur Mayur Meroket

PURWOREJO, Memasuki tahun 2021 harga berbagai jenis sayur-mayur seperti cabai mengalami kenaikan tajam dibanding seminggu sebelum tahun baru. Begitu juga dengan kubis (kol) dan sawi hijau (cesim) juga mengalami kenaikan signifikan.

Pantauan Purworejonews di Pasar Baledono, Minggu 3/1) pagi, hampir semua jenis cabai mengalami kenaikan harga. Cabai merah seminggu sebelum tahun baru harganya Rp 42.000/kg, lalu sehari sebelum tahun baru Rp 50.000 dan hari ini naik lagi jadi Rp 58.000 atau naik 40%.

Seperti dituturkan Eko, pemilik kios Lestari, cabai hijau atau yang ngetren dengan sebutan lombok ijo mengalami kenaikan harga 50% dari semula Rp 21.000 menjadi Rp 32.000.

Cabai lalap tak mau kalah, ikut naik juga. Semula Rp 30.000 perkilogram pada 20 Desember, sekarang menjadi Rp 48.000/kg. Itu berarti cabai yang dijadikan teman makan aneka gorengan itu mengalami lonjakan 60%.

Adapun cabai rawit mengalami lonjakan harga paling “pedas” yakni hingga 70 %, dari semula Rp 40.000/Kg lalu naik jadi Rp 55.000/Kg dan sekarang naik Rp 13.000 sehingga menjadi Rp 68.000/Kg.

Meski harga meroket, pembeli tetap ramai

Harga sayuran yakni kubis dan sawi hijau (cesim) juga mengalami kenaikan. Eko menuturkan, harga kubis sekarang mencapai Rp 11.000/kg dari sebelumnya yakni Rp 8.500 atau naik sekitar 30%.

Sementara sawi hijau hari ini Rp 9.000 dari sebelumnya Rp 6.000. Itu berarti cesim yang identik dengan mi ayam itu mengalami kenaikan hingga 50%.

Bawang merah pun mengalami kenaikan harga meski tidak terlalu tajam yakni dari Rp 27.000/Kg menjadi Rp 31.000/Kg atau naik sekitar 15%. Sementara harga bawang putih relatif stabil.

Eko menilai, kenaikan harga terjadi karena permintaan tinggi tapi stok terbatas. “Tahun baru banyak orang punya hajat, tapi persediaan cabai berkurang karena musim hujan, jadi harga naik”.

Meski begitu dirinya memprediksi, harga sekarang ini tidak lagi mengalami kenaikan yang cukup berarti, bahkan cenderung akan turun. Itu karena berkurangnya kebutuhan masyarakat serta terpenuhinya barang di pasaran. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *