Pasar Takjil Sucen, Setahun Sekali Digelar untuk Alternatif Ngabuburit

BAYAN, Di bulan Ramadan ini banyak alternatif tempat ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa, sambil membeli aneka jajanan. Salah satunya Pasar Takjil Sucenjururtengah, Kecamatan Bayan yang mulai dibuka sejak awal Ramadan.

Setiap sore selama Ramadan puluhan pedagang beraneka ragam mulai makanan dan minuman berjajar di sepanjang Jalan Majapahit, Desa Sucen, Bayan. Seperti pada Sabtu (9/4) sore, hampir semua lapak pedagang dikunjungi pembeli.

Beberapa diantaranya bahkan harus sabar menanti dilayani. Tak hanya makanan dan minuman, di.Pasar Takjil Sucen juga ada komedi putar anak, naik kuda, dan bendi atau dokar mini.

Naik kuda Rp 10 ribu

Tarif komedi putar anak Rp 8.000 sepuasnya. Sedangkan tarif naik kuda Rp 10.000 untuk sekali rute kurang lebih sejauh 100 meter. Retribusi pedagang Rp 2 ribu, untuk kuda sebesar Rp 5.000/kuda.

Sore itu ada empat kuda yang tak henti-tenti berkeliling ke arah jalan menuju Dukuh Briingin. Ditemani orang tuanya, tampak anak-anak antri menunggu giliran naik kuda.

Dituturkan oleh koordinator Pasar Takjil Sucen, Munir (50) kepada Purworejo News, awalnya lokasi jualan pedagang berada di tepi jalan raya ringroad utara.

Komedi putar untuk anak-anak

“Tapi kemudian kami ditegur oleh Satpol PP karena faktor ketertiban dan keamanan.
Akhirnya lokasi kami geser ke dalam atau ke Jalan Majapahit ini,” ungkapnya.

Munir yang juga ketua RT 4/2 Dusun Genjeran Kidul Kelurahan Sucen itu menjelaskan, ada sekitar 50 pedagang yang mengais rejeki berjuakan sore hari mulai pukul 16.00 hingga Maghrib.

Menurutnya, para pegadang tersebut berasal dari berbagai wilayah. Antara lain dari pedukuhan Bringin, Grantung, Sambeng, dan juga Kledung karangdalem. “Pasar Takjil Sucen inipun atas inisiatif mereka,” imbuhnya.

Munir

Munir berharap Pasar Taljil Sucen dijadikan sebagai lahan mencari rejeki para pedagang untuk memenuhi kebutuhan lebaran. “Selain itu juga untuk membantu mereka yang ingin berbuka puasa dengan menu ringan,” katanya.

Ia juga berharap agar keberlangsungan Pasar Takjil Ramadan dapat berlanjut di masa mendatang dengan penataan lokasi yang lebih baik. “Mengingat pasar ini hanya ada selama Ramadan ,” pungkas Munir. (Dia)

Tinggalkan Komentar