Pandemi Covid-19 Dorong Mahasiswa UII Lakukan Pemberdayaan Online

YOGYAKARTA, Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FPSB Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan kegiatan pemberdayaan non komersial secara online melalui media Zoom Meeting dan Grup WhatsApp selama satu bulan. Kegiatan bertajuk Serunya Menulis dan Menjadi Jurnalis ini diikuti oleh 15 peserta dari komunitas Gunungkidul Youth Movement (GYM).

“Komunitas GYM basisnya di bidang sosial dan kepemudaan. Anggotanya berusia antara 18 sampai 24 tahun yang selama ini telah melakukan berbagai kegiatan seperti bersih pantai, pengadaan kotak literasi Pustaka (perpustakaan kota), dan donasi pengadaan APD untuk RSUD Wonosari,” ujar Siti Fauziah, mahasiswa asal Purworejo yang menjadi panitia kegiatan.

Menurut Siti, pemberdayaan penulisan menjadi langkah yang tepat bagi anggota GYM, sebab selama ini GYM belum melakukan publikasi kegiatannya dalam bentuk tulisan. 
Ia menjelaskan, agenda dilaksanakan selama empat pekan sejak 16 November hingga 11 Desember 2020 melalui grup WhatsApp.

Setiap pekan diadakan satu kali kelas menulis secara langsung di Zoom Meeting dengan didampingi seorang pemateri, Selando Naendra Radicka, Ex-Editor JedaOnline dan Ex-Intern Content Writer KumparanBisnis.

Peserta webinar

“Kelas kepenulisan atau webinarnya diadakan selama empat kali pertemuan. Yaitu 20 dan 27 November, Dan bulan Desember di tanggal 4 dan 11. Pertemuan dimulai pukul tujuh sampai sembilan malam,” sebut Siti.

Seorang anggota GYM, Rofi’i Zuhdi Kurniawan, menyatakan sangat senang dapat melakukan pelatihan menulis jurnalistik di komunitasnya.

“Setiap minggunya diberi tugas menulis oleh pemateri lalu dikoreksi juga. Jadi kami bisa langsung tahu kesalahannya. Semoga lewat agenda ini, komunitas bisa mulai publikasi tulisan di website,” ujarnya.

Di sisi lain, dosen pendamping Pemberdayaan, Puji Hariyanti menjelaskan, pandemi membawa banyak dampak bagi masyarakat, baik kesehatan, ekonomi, sosial, dan pariwisata. Bahkan pandemi juga menyebabkan adanya infodemi di mana banyak informasi tentang covid 19 yang menyesatkan beredar di masyarakat. 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menyelesaikan semua masalah tersebut. Perlu adanya partisipasi dari masyarakat untuk membuat kondisi lebih baik. Kegiatan pemberdayaan oleh mahasiswa menjadi salah satu alternatif solusi masyarakat bangkit dari keterpurukan,” ucapnya. (*)

 220 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *