Paket Wisata Fullday Desa Tlogoguwo, Tarif Rp 200 Ribu Bisa Off Road Trabas Hutan

KALIGESING, Setelah dua tahun dihantam pandemi Covid-19, Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing kembali bangkit dan bebenah dengan menghidupkan sektor pariwisata. Kali ini melalui paket fullday, mereka menawarkan pesona wisata komplet dengan mengekplorasi alam, seni dan budaya serta kearifan lokal desa tersebut.

Melalui Dinporapar Kabupaten Purworejo, tim yang berjumlah 15 orang mengikuti uji paket wisata tersebut pada Rabu (28/9). Desa yang berada 17 Km dari pusat kota Purworejo tersebut ditempuh selama sekitar 50 menit. Maklum saja, hal itu karena jalannya yang berkelok-kelok dan menanjak.

Sesampai di lokasi hutan pinus Kalilo, rombongan disambut koordinator karang taruna Desa Tlogoguwo David. Ia pun mengajak rombongan menuju obyek wisata Hutan Pinus Kalilo yang konon beberapa kali dijadikan sebagai lokasi shooting dan foto prewedding tersebut.

Pengelola menyediakan tempat olah raga rekreasi berupa panahan dan panjat tali. Juga dibuatkan spot foto seperti rumah mini, ayunan gantung dan lorong kayu.

Arena panjat tali dan panahan di Hutan Pinus Kalilo

Di lokasi yang biasa digunakan untuk camping itu, peserta disuguhi pemandangan langka yakni Watu Tumpang dan Watu Kenong.

Watu Tumpang merupakan batu yang letaknya menumpang di atas batu pipih dan terletak di tepi jurang. Adapun Watu Kenong, yakni batu yang apabila dipukul menggunakan batu akan menimbulkan suara seperti kenong yang biasa dipukul oleh penjaja es keliling.

Panorama alam di bawah pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri saat berada di kawasan tersebut. Pengunjung dapat berfoto sepuasnya di sini.

Acara selanjutnya yakni Trabas Jeep, yakni perjalanan off road menjelajahi hutan Siegendol dengan menggunakan jeep. Jalur yang ditempuh sudah dimapping terlebih dahulu oleh Mas Bellor yang mengkoordinir empat temannya membawa peserta off road.

Watu Tumpang yang unik

Peserta tampak antusias sampai histeris saat
Jeep yang mereka tumpangi menerabas rimbunnya hutan dengan medan sangat sempit. Sesekali jeep melalukan manuver yang memacu adrenin peserta off road.

Tapi rombongan tampak bahagia, meski sesekali cipratan lumpur dari ban jeep mengenai pakaian, hal itu tidaklah menjadi masalah. Bahkan mereka merasakan sensasi off road yang sesungguhnya.

Tak hanya itu. Rombongan juga dibawa naik ke arah Gunung Cilik yang menyajikan pemandangan ciamik berupa lanskap Kabupaten Purworejo, berhadapan dengan ratusan pohon pinus yang berjajar di tepi hutan.

Setelah puas, rombongan menuju ke Embung Tlogoguwo di Dusun Gogoluas, masih menggunakan Jeep. Sesaat setelah puas menikmati embung berkedalaman 4,5 yang memiliki view sawah itu, rombongan dibawa ke lokasi wisata selanjutnya dengan menggunakan mobil bak terbuka.

Embung Tlogoguwo dengan pemandangan sawah dan bukit nan menyejukkan

Kali ini lokasi terakhir yang dituju yakni berupa wisata seni budaya dan edukasi. Di sana pengunjung disajikan beraneka hasil desa tersebut, yakni produk olahan bubut kayu, madu hutan, anyaman mendhong, peternakan kambing etawa, dan pagelaran wayang dari
Sanggar Seni Mardika Laras.

Di sanggar milik Suwarto yang berdiri sejak tahun 2000 itu, selain disuguhi makan siang, peserta juga menikmati pagelaran wayang kulit Jagrag Kaligesing lengkap dengan penabuh gamelan dan niyaga serta dua orang sinden.

Selain itu rombongan juga bisa belajar membuat wayang di sanggar seni wayang yang dikelola Suyoto, dari mulai mendesain sampai jadi wayang. Wayang tersebut, seperti dituturkan Suyoto, terbuat dati kulit kerbau.

“Ini ada wayang asli Kaligesing buatan tahun 1850 yang pernah ditawar seharga Rp 15 juta, tapi tidak saya jual,” katanya sambil memperlihatkan sebuah wayang kuno.

Pagelaran wayang kulit juga disuguhkan kepada pengunjung

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinporapar Kabupaten Purworejo Endah Hanna Rosanti, kepada Purworejo News menyebutkan, paket komplet wisata fullday “dijual” seharga Rp 200 ribu dengan jumlah peserta minimal 10 orang.

“Fasilitasnya berupa asuransi, welcome drink, tiket masuk ke tempat wisata, paket Trabas Jeep, dan maka siang di rumah penduduk,” kata Endah.

Dirinya berharap melalui kegiatan paket wisata tersebut warga Desa Tlogoguwo dapat terlibat aktif dalam menggerakkan pariwisata sehingga bisa menaikkan nilai ekonomi mereka.

“Sesuai tagline Larisi Purworejo, mari kita galakkan pariwisata lokal untuk memakmurkan masyarakat desa dan meningkatkan pendapatannya melalui kegiatan wisata,” ucap Endah. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *