Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Acara Merti Dusun Silo, Bruno

BRUNO, Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi agenda dalam rangka Merti Dusun di Dusun Silo Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno. Ki Kuwat Hadi Samono dari Gunung Kidul Yogyakarta menjadi dalang dalam acara yang digelar dipusatkan di rumah kepala dusun tersebut pada Rabu (11/5).

Keesokan harinya, Kamis (12/5) Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, SH menghadiri acara merti dusun bersama Forkopimcam Bruno serta para kepala desa.

Yuli Hastuti sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat Desa Tegalsari khususnya Dusun Silo yang telah melaksanakan kegiatan merti dusun . Hal itu menurutnya, sebagai salah satu bentuk pelestarian tradisi dan budaya bangsa.

“Kegiatan merti dusun, bersih desa, selamatan desa, sedekah bumi atau kegiatan sejenis, pada hakikatnya merupakan simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan-Nya,” katanya.

Wabup Yuli Hastuti

Wakil bupati menyebutkan, sejak dulu dirinya tahu kalau warga Bruno punya hajat apapun pasti acaranya regeng karena memang gotong royongnya masih sangat baik.

“Walaupun ini acara tahunan tingkat dusun, tapi tidak kalah meriahnya dengan tingkat desa maupun kecamatan,” pujinya.

Hal itu, lanjutnya, karena merupakan hasil dari sengkuyungan warga semua. Ditambahkannya, setelah dua tahun tidak bisa merayakan Idul Fitri secara terbuka, kali ini warga kembali dapat memeriahkannya.

Meski begitu Yuli menghimbau agar warga tetap menerapkan prokes dan vaksin. “Vaksinasi menjadi salah satu upaya penting dalam penanganan pandemi Covid-19, selain penerapan protokol kesehatan. ,” imbuhnya.

Wakil bupati percaya warga Bruno bisa menjaga itu dengan baik. Hal itu terbukti ketika dulu angka Covid masih tinggi, Kecamatan Bruno bisa tetap menjaga berada di zona hijau. (Dia)

Tinggalkan Komentar