Naik Dokar Wisata, Nikmati Keindahan Panorama Alam Bruno

BRUNO, Tepat setahun setelah dilaunching oleh Camat Bruno, Netra Asmara Sakti, S.Sos, MT, dokar wisata masih eksis beroperasional meski terdampak pandemi. Sebanyak 10 dokar wisata yang ada di Bruno siap melayani wisatawan menikmati keindahan wilayah yang wilayahnya berbukit-bukit itu.

Selain melayani warga setempat yang pulang pergi beraktivitas, dokar tersebut juga siap mengantar wisatawan yang hendak menuju lokasi wisata atau sekedar ingin berswa foto merasakan sensasi naik dokar sambil menikmati alam desa yang masih asri.

Seperti saat wartawan Purworejo News berkunjung ke Bruno, Jumat siang (20/8), dua dokar siap mengantar ke pintu gerbang obyek wisata Curug Muncar. Kusir dokarpun dilengkapi dengan baju sorjan dengan blangkon khas. Seperti Mbah Surodin (68).

Lelaki yang sudah menarik dokar sejak tahun 2005 itu lihai mengendalikan kuda yang diberinya nama Baguswanto. Kuda buta miliknya itu setia mengantar ke tujuan wisata.

Mbah Surodin mengendalikan kuda sambil melayani wawancara

Sepanjang perjalanan, Mbah Surodin menjelaskan, dokar beroperasi sesuai pasaran Jawa. “Pada Wage, Manis, dan Pahing dokar mangkal di Brunorejo. Sedangkan pada pasaran Pon dan Kliwon di Tegalsari,” tuturnya.

Setiap harinya Mbah Surodin mangkal di Pasar Brunorejo dari mulai pukul 7 pagi sampai pukul 2 siang. Pada Jumat Pon ia melayani rute ke Tegalsari. Meski begitu ia juga nenerima carteran andong ke daerah wisata, seperti Bendungan Peniron.

Dirinya memasang tarif Rp 70.000 sekali jalan bagi mereka yang ingin naik dokar ke lokasi bendungan yang disebut Niagara mini, yang menjadi salah satu destinasi wisata di Bruno itu.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi naik dokar ke lokasi wisata Curug Muncar pun, Mbah Surodin dengan senang hati mengantarnya. “Dokar ini bisa membawa tiga wisatawan sekaligus dengan tarif bersahabat,” ucapnya ramah.

Dokar melaju santai di atas jalan raya yang naik turun

Hal serupa disampaikan oleh Faisal (24), pemilik dokar wisata lainnya. Faisal yang baru dua tahun mengoperasikan dokar itu mengaku sejak diberlakukannya PPKM, penumpang sepi.

“Sehari bisa membawa pulang Rp 100.000 sudah bagus, tapi seringnya hanya Rp 50 ribu – Rp 60 ribu kotor. Buat beli pakan Rp 20 ribu sehari,” jelas Faisal.

Seperti saat menyusuri sepanjang jalan menuju Curug Muncar pun, beberapa view pemandangan khas pedesaan diiringi suara tapak kuda yang khas, menjadi sensasi tersendiri, terutama bagi Anda yang ingin menikmati panorama desa.

Bagi Anda yang ingin menikmati naik dokar wisata di Bruno yang terkenal hijau itu, bisa menghubungi Mbah Surodin terlebih dahulu melalui nomor HP 082325388348.

Atau bagi rombongan yang ingin berwisata ke sana, Anda bisa menghubungi pihak EO yakni Bersama Bruno Bisa (3B) melalui Amin selaku koordinator 0882 1592 8488. (Dia)

 694 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *