Museum Tosan Aji Simpan Koleksi Keris Terbanyak di Indonesia

PURWOREJO, Saat ini Museum Tosan Aji memiliki koleksi sebanyak 1.138 tosan aji, dan merupakan museum yang memiliki koleksi tosan aji terbanyak di Indonesia. Koleksi yang ada merupakan hibah dari masyarakat.

“Ditargetkan, di akhir tahun 2019 ini, Museum Tosan Aji sudah memiliki data koleksi yang lengkap, akurat dan canggih. Nantinya, pengunjung masuk Museum Tosan Aji tinggal memindai barcode pakai HP, dan langsung bisa mendapat informasi Tosan Aji secara lengkap,”kata Helmi Fuad, STTP, Ketua Panitia, pada Seminar Kebudayaan dengan tema Meningkatkan Eksistensi Budaya, dalam Menyongsong Romansa Purworejo 2020, di Hotel Plaza Purworejo, Selasa (23/7).

Lebih lanjut dikatakan, melalui seminar, masyarakat diharapkan bisa lebih mengenal tentang tosan aji (keris), dan makna filosofinya. “Dan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pengunjung museum.

Helmi Fuad menerangkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) untuk museum-museum di Indonesia, termasuk Museum Tosan Aji Purworejo. DAK yang diterima Museum Tosan Aji, sebesar Rp 450 juta.

Dana tersebut digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan museum, yang terbagi dalam 3 komponen, pengelolan koleksi (kajian koleksi, inventarisasi koleksi, dan bahan konservasi), program publik (pameran, museum masuk sekolah, sosialisasi/workshop, pembuatan brosur), dan pemeliharaan aset (pemeliharaan tata pamer, gedung, dan gudang).

“Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari program publik,” kata Helmi Fuad.

Seminar diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Badan Otorita Borobudur, dinas yang menangani kebudayan atau pariwisata se eks karesidenan Kedu, budayawan dan penggiat seni dinas terkait di lingkungan Pemkab Purworejo, guru beserta siswa, wartawan dan penggiat medsos, Bagus Roro Kabupaten Purworejo, serta para Pandemen Tosan Aji.

Seminar dibuka oleh Agung Pranoto, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

Seminar Kebudayaan menghadirkan tiga narasumber, Sugeng Wiyono, dengan materi tentang filosofi keris, Winda Arsita Harimurti, tentang pengenalan benda cagar budaya, dan Sudibyo, Dosen UGM, dengan materi Babad Tanah Bagelen. (W5)

Tinggalkan Komentar