Musda X Golkar Dibuka, Panggah Susanto: Golkar Runtuh Kalau Kader Bertengkar Sendiri

PURWOREJO, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar X Kabupaten Purworejo diminta menerapkan prinsip musyawarah mufakat, kendati berlangsung dalam situasi yang penuh dinamika. Musda hanya akan memilih satu pemimpin, sehingga setiap kader harus menerima apa yang jadi bagiannya.

Pernyataan bersayap itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Ir Panggah Susanto, MM, di depan peserta Musda X Partai Golkar Kabupaten Purworejo, di Gedung Wanita, Minggu (11/4).

Musda dihadiri oleh mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo yang juga Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti, SH, Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo Muhammad Saleh, ST, dan jajaran pengurus dan kader Golkar.

“Saya minta Musda dilaksanakan dengan musyawarah mufakat. Demokrasi musyawarah mufakat sesuai dengan ajaran agama dan Pancasila. Oleh karena itu musyawarah mufakat harus jadi pegangan kita bersama,” pesannya.

Muhammad Saleh

Panggah Susanto mengingatkan, Purworejo adalah basis Golkar dan selama ini menempatkan kadernya di eksekutif. Golkar pernah memenangkan Pemilu dengan 12 kursi DPRD.

“Jangan sampai Golkar runtuh karena bertengkar sendiri. Kebersamaan dan kekompakan harus dijaga,” tandasnya.

Dijelaskan, pada Pemilu 2024 Partai Golkar Jateng menargetkan 20 kadernya memenangkan Pilkada. Baik sebagai bupati maupun wakil bupati. “Saat ini di Jateng ada 12 kadernya yang memimpin daerah, 9 jadi bupati dan 3 wakil bupati,” katanya.

Sementara itu Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo Muhammad Saleh mengatakan, dia berharap Musda mengedepankan musyawarah mufakat. Semua pemilik suara agar menjadikan Musda kondusif, meskipun diakui ada suasana dinamis

“Peperangan yang sesungguhnya yaitu di Pemilu 2024. Saat ini kita harus menyatukan silang pendapat untuk kemenangan 2024,” ujarnya. (Nas)

Tinggalkan Komentar