Mulai Bulan Depan Televisi Analog di Purworejo Dimatikan

PURWOREJO, Terhitung sejak tanggal 2 November mendatang masyarakat Purworejo tidak lagi dapat mengakses siaran televisi analog, melainkan dengan Tv digital. Hal itu karena pada tanggal tersebut pukul 24.00 WIB semua siaran TV analog di Kabupaten Purworejo akan dimatikan.

“Televisi analog masih bisa menerima siaran tv digital dengan memasang alat yang disebut set top box (STB). STB dipasang pada televisi analog agar bisa menonton siaran TV digital terestrial yang gratis,” jelas Kepala Dinas Kominfostasandi Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihanto, SSTP, MM, Kamis (1/9).

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini masih banyak warga Purworejo yang menggunakan tv analog. Sebagian besar dari mereka adalah warga tidak mampu atau miskin. Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo bekerjasama dengan pihsk ketiga akan membagikan STB kepada mereka.

Diungkapkan, peralihan ke siaran digital ini sesuai dengan amanat UU Ciptaker pasal 72 angka 8 menggunakan sistem multiple Analog Switch Off (ASO) yaitu penghentian siaran analog secara bertahap. 

Dijelaskan, Kabupaten Purworejo masuk dalam tahap ketiga pembagian STB untuk warga miskin. Syaratnya yaitu penerima harus rumah tangga miskin, memiliki tv analog (bukan smart tv) dan menikmati siaran melalui antena teresterial (UHF, bukan parabola).

Yudhie Agung Prihanto

Syarat lainnya berada di lokasi Tv digital, bersedia menerima bantuan, dan satu rumah tangga miskin menerima satu STB. Mereka harus terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data berasal dari desil 1 dan desil 2 (20% data masyarakat paling bawah/miskin).

“Di Kabupaten Purworejo ada 50.543 rumah tangga miskin yang akan mendapat STB gratis,” tambah kata Yidhie.

Alur data yang diperoleh, lanjut Yudhie adalah, Kemendagri melalui Dindukcapil memberikan data desil 1 dan desil 2 kepada Dinkominfostatsandi. Kemudian Dinkominfostatsandi bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3APMD) mendistribusikan data ke 496 desa dan 25 kelurahan yang ada di Kabupaten Purworejo. 

“Kelurahan dan desa kemudian membentuk tim untuk memverifikasi data, apakah memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS). Jika verifikasi telah selesai maka harus ditetapkan melalui musyawarah desa (musdes). 

Hasil Musdes dikirim ke Dinkominfostatsandi melalui DP3APMD. Setelah itu data hasil verifikasi akan diberi pengantar oleh Bupati dikirim ke Kemendagri selanjutnya oleh Kemendagri diberikan ke Kemenkominfo. Berdasar data dari desa tadi, penyaluran bantuan akan diberikan melalui Kantor Pos.

“Target kami September awal data sudah clear, jadi November masyarakat miskin sudah bisa menikmati TV digital,” ujarnya. (Nas)

Tinggalkan Komentar