Mudik, Sebuah Peluang Jualan Potensi Pariwisata

Oleh: Budi Wasono

SEBAGAI sebuah tradisi khas Indonesia, mudik tidak hanya dijalani oleh para saudara muslim, namun banyak juga saudara non muslim yang ikut mudik memanfaatkan waktu liburan. 

Dan tahun 2022 diperkirakan acara mudik akan melonjak secara signifikan mengingat sudah dua tahun mudik seolah ditiadakan karena situasi pandemi Covid-19.

Acara mudik setiap tahun selalu diwarnai oleh kendaraan macet di beberapa ruas jalan maupun jalan tol. 

Bahkan di beberapa daerah yang biasanya jalanan lengang akan terjadi kepadatan yang cukup signifikan.

Tidak banyak pemerintah daerah yang siap memanfaatkan tradisi mudik ini sebagai salah satu cara untuk menjual potensi wilayahnya dari sisi pariwisata. 

Seolah pemerintah daerah membiarkan begitu saja para perantau pulang kampung  berkumpul dengan keluarganya.

Penulis

Bagaimana dengan Purworejo? Apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menyambut para perantau yang pulang kampung? Adakah program atau event yang bernilai pariwisata untuk menyambut para perantau?

Perlu kreatifitas dan inovasi dari pihak pemerintah daerah untuk mengemas berbagai event tradisional agar layak jual. Intinya adalah bagaimana masa tinggal pemudik bisa lebih lama di Purworejo. 

Dari pengamatan secara sepintas (mungkin perlu ada studi yang lebih serius) para pemudik akan banyak menghabiskan uang dengan berlibur keluar kota Purworejo, apakah ke Jogja atau daerah lain.

Di Purworejo ada beberapa organisasi/paguyuban wong Purworejo di perantauan, mestinya pihak pemerintah daerah mampu merangkul dan bekerjasama dengan berbagai komunitas seperti ini dalam memanfaatkan momen mudik guna menunjang kegiatan pariwisata di Purworejo.

Para pelaku UMKM di Purworejo perlu pendampingan guna meningkatkan kapasitas guna menyambut momentum mudik secara lebih baik. 

Para pelaku UMKM perlu dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan  bagaimana menjadi tuan rumah yang baik  bagi para pemudik.

Sudah begitu banyak model yang bisa dilihat dan dipelajari dalam menumbuhkembangkan potensi pariwisata dari berbagai daerah. 

Persoalannya kembali kepada pemangku kepentingan di pemerintah daerah Purworejo, adakah komitmen dan kemauan yang kuat untuk mengelola momentum mudik ini agar mempunyai nilai plus, tak sekedar saat para perantau pulang kampung. Atau mereka juga sibuk liburan?***

Tinggalkan Komentar