Meski di Zona Oranye, Tapi Kasus Covid-19 Terus Menurun dan Tingkat Pemulihan Tinggi

PURWOREJO, Meski kondisi penambahan jumlah warga yang dinyatakan positif Covid-19 relatif mengalami penurunan, tapi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dr Sudarmi, MM menyatakan bahwa Kabupaten Purworejo masih berada dalam zona oranye.

Pernyataan itu disampaikan Sudarmi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/3). Ia menyebut, ada 14 indikator untuk menentukan zona risiko daerah. Diantaranya prosentase penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir sebesar lebih dari atau sama dengan 50% dari puncak.

Ditegaskannya, meskipun dalam beberapa minggu terakhir ini jumlah penurunan warga yang positif Covid-19 cukup signifikan, tapi posisi Purworejo masih dalam zona oranye. “Itu yang menentukan dari (pemerintah) pusat, bukan kami,” ungkap Sudarmi.

Dirinya pun memaparkan real time kondisi tingkat pemulihan atau Recovery Rate (RR) serta tingkat penularan atau Transmission Rate (TR) Kabupaten Purworejo. Secara umum, menurutnya, baik RR maupun RT Purworejo bagus.

Recovery Rate (tingkat pemulihan) Purworejo terbaik kedua se Jateng setelah Temanggung (laporan hari ini)

Artinya, tingkat pemulihannya tinggi yakni mencapai 94,04 % atau kedua setelah Temanggung pada hari ini. Demikian pula dengan RT-nya, mencapai 0,93 dari yang terendah 3,13 yakni Kabupaten Batang.

Untuk urusan cakupan wilayah berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 6 tahun 2021 tentang Zonasi PPKM Mikro, sebagian besar wilayah di Purworejo berada dalam zona hijau. “Hanya beberapa RT saja yang masuk zona kuning,” sebut Sudarmi.

Hal itu karena indikator yang digunakan adalah banyaknya jumlah rumah yang terkonfirmasi positif dalam 1 RT. “Disebut zona hijau bila tidak ada kasus positif dalam 1 RT. Zona kuning bila ada 1 hingga 5 rumah dalam 1 RT. Adapun zona oranye apabila ada 6 hingga 10 rumah dalam 1 RT,” tegas Sudarmi.

Dirinya kembali menghimbau kepada warga agar tidak abai dan selalu memakai masker. “Jadikan pemakaian masker sebagai new habit agar terhindar dari penyebaran virus yang masih berada di lingkungan kita,” pungkasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar