Merti Desa Karangedang, 6.500 Ingkung Dibagikan kepada Warga dan Pengunjung

BRUNO, Warga Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno, menggelar ritual Merti Desa yang unik dan menarik perhatian ratusan pengunjung, Senin (31/12). Ritual tiga tahunan tersebut diwarnai dengan persembahan ribuan ingkung atau ayam panggang. Tradisi itu menggambarkan sifat gotong royong warga dalam melestarikan nilai-nilai warisan nenek moyang.

Sedikitnya 207 Kepala Keluarga (KK) dari sebelas RT di Desa Karanggedang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka secara berkelompok membuat 39 ancak (tempat meletakkan ingkung dan sembako). Satu ancak disokong 5-6 KK.

Ancak tersebut berisi ratusan ingkung beserta hasil bumi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, telur, serta beberapa bahan makanan-minuman olahan pabrik.

“Total ingkung pada Merti Desa tahun ini sebanyak 6.544 ekor dengan jumlah anggaran mencapai Rp 657.038.000,” kata Sartono, ketua panitia.

Menurut Sartono, tradisi Merti Desa sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki yang telah diberikan sang Maha Kuasa.

Dijelaskan, usai pembacaan doa ribuan ingkung beserta hasil bumi tersebut selanjutnya dibagikan kepada tamu undangan dan pengunjung.

“Sebelumnya, pihak panitia telah membagikan sekitar 2.000 undangan kepada warga. Setiap warga yang mempunyai undangan berhak menukarkan dengan kupon,”jelas Sartono.

Disebutkan, setiap pengunjung yang mempunyai kupon berhak mendapatkan satu paket berkat yang berisi ingkung dan hasil bumi.
Kupon terdiri atas tiga macam.

Pertama kupon untuk para pejabat pemerintahan, kedua kupon untuk para pesiringan (orang yang mempunyai tanah di desa setempat), dan ketiga kupon untuk masyarakat umum.

“Para pejabat dan masyarakat umum mendapat 3 ingkung, sementara pesiringan 4 ingkung.
Namun karena pada Merti Desa kali ini jumlah persembahan warga cukup banyak, maka sisa dari jatah 2.000 kupon undangan dibagikan kepada warga umum meski tidak mempunyai kupon,”ucap Sartono. (Wardoyo)

Tinggalkan Komentar