Meriahkan Ulang Tahun ke-31 SMAN 7 Purworejo Gelar Lomba Fashion Antar Kelas

PURWOREJO, Suasana riuh menggema di Aula Wisma Budaya saat 30 pasangan siswa siswi perwakilan kelas yang ada di SMAN 7 Purworejo melenggak lenggok memperagakan busana yang mereka kenakan. Mereka tampil dalam lomba fashion dalam rangkaian acara memperingati 31 tahun SMAN 7 pada hari Senin (5/9). 

Sebelumnya rombongan guru termasuk kepala sekolah pun berjalan memasuki aula melalui hamparan karpet biru diiringi sambutan meriah dari seluruh siswa SMAN 7 yang mengikuti acara tersebut. Para guru mengenakan pakaian kebaya dan beskap berwarna hijau untuk memperingati 31 tahun SMAN 7 tersebut.

Upacara bendera yang biasanya diadakan secara rutin pun menjadi istimewa karena dirangkai dengan seremoni peringatan 31 tahun sekolah yang sebelumnya berbentuk SPG itu.

Selain melakukan paper mob, seremoni ditandai dengan pelepasan empat burung merpati berwarna putih dan hitam. Ditemui seusai upacara, Kepala SMAN 7 Niken Wahyuni menyebutkan, makna hitam dan putih pada merpati yang dilepas itu yakni benar dan salah, boleh dan tidak boleh.

Pelepasan burung merpati okeh kepala sekolah dan waka

“Pesan yang ingin disampaikan pada pemilihan hitam dan putih adalah sebagai bentuk ketegasan untuk membedakan mana benar atau putih dan salah atau hitam, termasuk mana yang boleh dan tidak boleh kita lakukan,” ucap Niken.

Ketua panitia ulang tahun ke-31 SMAN 7 Widyastuti Tri Sulistyorini pun menjelaskan, rangkaian acara ulang tahun kali ini  diawali dengan jalan sehat pada Jumat (2/9) sambil mengkampanyekan isu-isu penting saat ini. Diantaranya anti korupsi.

Di hari yang sama, kata waka humas tersebut, juga diadakan lomba menyampaikan tumpeng diikuti oleh perwakilan siswa dari 30 kelas.  Lalu lomba membuat ucapan selamat berupa karangan bunga dengan memanfaatkan barang bekas dari lingkungan sekitar sehingga tidak menimbulkan sampah baru, disamping agar efisien.

Memasuki usia 31 tahun, baik kepala sekolah dan waka humas sepakat agar SMAN 7 bisa  lebih bersinergi dengan seluruh komponen sekolah sehingga bisa lebih kompak dan solid meraih prestasi lebih baik lagi hingga bisa diakui oleh dunia.

Hal itu bukanlah tidak mungkin mengingat SMAN 7 saat ini telah tercatat sebagai salah satu sekolah yang bangunannya bernilai
cagar budaya.

Kepala SMAN 7 Niken Wahyuni

“Di tingkat provinsi sudah diakui dan sudah diproses ke tingkat nasional. Target kami bisa diakui di level dunia oleh UNESCO yang juga mengurusi cagar budaya dunia,” imbuh Niken.

Upaya sekolah untuk menghasilkan lulusan yang sehat secara fisik dan psikis juga didorong dengan adanya ruang maya psiko edukasi.  Berupa konsultasi teman sebaya yang diberi nama Pikar Tunas Tanjung dengan tagline rahasia terpercaya mantap jiwa.

Ruang konsul teman sebaya yang baru diresmikan tanggal 29 Agustus lalu itu merupakan wadah bagi siswa yang ingin curhat dengan teman sebaya dibanding dengan guru atau orang tua. Saat ini ada 30 siswa yang menjadi petugas kawan sebaya.

SMAN 7 pun sedang bersiap mengikuti lomba sekolah sehat, yang tujuannya untuk meningkatkan perilaku hidup siswa agar lebih bersih dan sehat sehingga diharapkan dapat menghasilkan siswa berprestasi.

“Kami jngin semua siswa SMAN 7 bebas dari bulying, kekerasan seksual, dan perilaku korupsi. Hal ini terus kami gaungkan untuk
menghasilkan siswa yang tidak hanya sehat secara fisik tapi juga psikis atau mental,” pungkas kepala sekolah. (Dia)

One comment

Tinggalkan Komentar