Menikmati Pesona dan Eksotisme Curug Muncar Bruno

BRUNO, Anda yang berencana berwisata di akhir pekan ini, cobalah Curug Muncar. Obyek wisata air terjun yang berlokasi di Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno itu ditempuh sekitar 50 menit dati pusat kota Purworejo menggunakan sepeda motor ataupun mobil.

Masuk wilayah Kecamatan Bruno, jalannya berkelok-kelok. Anda yang ingin menuju lokasi dengan terlebih dahulu naik andong wisata, dari Pasar Brunorejo menuju pintu gerbang jalan menuju lokasi, akan ada ojek motor yang akan membawa ke lokasi curug atau air tejun.

Selama kurang lebih 10 menit menyusuri jalan setapak yang hanya cukup dilalui satu mobil itu, juga melewati rumah penduduk yang kemudian melewati area perkebunan. Meski begitu jalan menuju curug relatif mudah dilalui.

Seorang pengunjung menuruni 196 anak tangga setelah puas menikmati pesona Curug Muncar

Anda bisa memarkirkan kendaraan di bawah anak tangga. Selama pandemi covid-19, nasuk ke lokasi curug tidak ditarik retribusi seperak pun alias gratis. Hanya membayar parkir bagi yang membawa kendaraan.

Sebelum sampai ke lokasi air terjun, Anda harus menapaki anak tangga terlebih dahulu. Jumlahnya 196. Tapi jangan kuatir, bila lelah, Anda bisa berhenti di anak tangga sambil menikmati pemandangan perbukitan yang mengepung Bruno dari ketinggian.

Setelah sampai di anak tangga terakhir, Anda masih harus berjalan beberapa meter menuju lokasi air terjun yang memiliki ketinggian lebih dari 60 meter itu.

Air terjun setinggi 60 meter dengan latar belakang tebing batu terlihat eksotis

Suasana asri langsung terasa begitu sampai di sana. Beberapa pohon berukuran tinggi dan besar berdiri kokoh seakan menaungi pengunjung yang datang ke sana. Di salah satu pohon disediakan kursi panjang untuk duduk sambil menikmati air terjun.

Curug Muncar dikelilingi oleh tebing alami yang membentang di sisi kiri kanan tebing. Tampak eksotis. Untuk sampai ke lokasi air terjunnya, Anda harus berjalan di sela-sela gundukan bebatuan besar.

Di Curug Muncar Anda tidak diperbolehkan berenang karena arus air serta kedalaman air yang membahayakan bagi pengunjung. Meski begitu, view di sekitar air terjun bisa memuaskan Anda yang yang hobi berswa foto.

Sayangnya, obyek wisata sebagus Curug Muncar belum dikelola secara serius oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Di lokasi belum ada fasilitas listrik dan air bersih. Sehingga terkesan Pemda tidak hadir di Curug Muncar. (Dia)

#Berita di atas ada koreksi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bahwa Curug Muncar memang tidak dikelola oleh Dinas, melainkan oleh Desa, karena asetnya bukan milik Dinas. Dinas hanya pembinaan arahan untuk destinasi dan pemasarannya.

 658 kali dilihat,  9 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *