Mencuri Kamera E-KTP, Dua Remaja Dibekuk Polisi

PURWOREJO, Polsek Purworejo berhasil menangkap DAF (17) warga RT 4 RW 1 Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo, dan WSW (17) warga RT 02 RW 02 Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo. Kedua remaja itu diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian kamera di Ruang Pelayanan Terpadu (pembuatan E-KTP dan KK), komplek kantor Kecamatan Purworejo, Kamis (21/2).

Kapolsek Purworejo AKP Markhotib, SH mengatakan, peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (19/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Dalam aksinya kedua tersangka mencuri kamera yang biasa digunakan untuk foto E-KTP melalui kaca boven,”kata AKP Markhotib dalam press rilis di Mapolsek Purworejo, Senin (25/2).

Dijelaskan, kasus pencurian itu terjadi berawal saat tersangka WSW mendatangi temannya, DAF, di rumahnya. Keduanya bersepakat untuk mencuri kamera di Ruang Pelayanan Terpadu di lingkungan kantor kecamatan.

Tak menunggu lama, keduanya langsung pergi ke lokasi sasaran. Mereka langsung menuju ruangan yang biasa digunakan untuk pembuatan KTP dan KK.

Setiba di samping ruangan tersebut DAF langsung mencari alat untuk bisa mengambil kamera yang tergeletak di ruangan kantor. Secara kebetulan di sekitar kantor tersebut DAF melihat sebilah bambu berukuran kecil sepanjang 3 meter.

Selanjutnya bambu tersebut digunakan untuk membuka boven ruangan tersebut dan mengambil kursi plastik. Dengan menggunakan bambu yang ujungnya sudah dipasangi sendok bengkok tersebut kemudian DAF menarik kamera yang terpasang di tripod.

Secara bergantian kedua tersangka berusaha menarik tripod. Setelah tripod beserta kanera berhasil digeser ke pinggir boven, WSW kemudian meraihnya.

Meski kamera berhasil diraih namun belum bisa dikeluarkan karena terhalang teralis besi. WSW kemudian melepas lensa kamera tersebut dan baru bisa dikeluarkan.

“Setelah berhasil mengeluarkan kamera tersebut kedua tersangka tidak langsung membawa pulang namun disimpan di tempat air wudlu yang sudah tidak digunakan,”jelas AKP Markhotib.

Disebutkan, oleh kedua tersangka kamera tersebut kemudian dijual melalui online seharga Rp 1 juta dan uangnya dibagi dua.

Beberapa hari kemudian kedua tersangka berhasil ditangkap polisi di rumahnya. Atas perbuatannya kedua tersangka yang masih berstatus pelajar tersebut akan disangkakan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. (W5)

Tinggalkan Komentar