Membanggakan, Siren, Siswa M.Ts N 2 Purworejo Raih Medali Emas di Kejuaraan Internasional Pencak Silat

BENER, Tak dinyana, ternyata di Kabupaten Purworejo terdapat beberapa atlet pencak silat yang mengikuti even turnamen kejuaraan di luar daerah dan mampu berprestasi. Salah satunya Siren Kludia Sari (13) yang saat ini duduk di bangku kelas 7 M.Ts Negeri 2.

Anak tunggal pasangan Dirman (40) dan Eva Roliana (37) itu baru saja meraih medali emas kategori Tanding kelas Pra Remaja Putri Tingkat SMP/MTs sederajat pada Kejuaraan Internasional Pencak Silat Championshiop 1V yang digelar di Bandung tanggal 6-8 Januari.

Prestasi itu cukup membanggakan mengingat Siren belum lama berlatih pencak silat, baru setahun, tepatnya sejak kelas 6 SD. Sabuknya pun baru level dasar. Tapi Serin sudah ikut tiga kali kejuaraan, dua diantaranya kejuaraan nasional yang digelar di Banten (juara 2) dan di Magelang (juara 3).

“Kejuaraan di Banten dan Magelang diadakan diadakan bulan Mei tahun 2022. Jadi dalam sebulan itu ikut dua kejuaraan nasional,” ujar Serin yang saat wawancara di sekolahnya didampingi bapaknya pada Selasa (10/1).

Siren yang lahir di Bengkulu tempat asal ibunya itu mengaku menyukai pencak silat sejak kecil, tepatnya sejak umur 5 tahun. “Waktu kecil saya suka lihat latihan silat di padepokan silat punya Pak Muslim yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah,” katanya.

Siren bersama medali dan piagam yang baru diperolehnya

Siren dan orangtuanya tinggal di Dukuh Lemahabang Desa Medono RT 01/2 Kecamatan Bener. Mereka pindah dari Bengkulu ke Purworejo sejak tahun 2014 saat Siren masih berumur 5 tahun.

Siren yang lahir tanggal 16 November 2019 itu menuturkan, ia berlatih silat tiga kali seminggu. “Latihan seminggu tiga kali. Hari Minggu pagi di Pak Muslim, Senin di sekolah, lalu Kamis di SMK Ma’arif bersama pak Muslim juga,” jelasnya.

Bapak Siren tampaknya sangat mendukung anak semata wayangnya itu. Dirman menyatakan bahwa ia merupakan satu-satunya orang tua yang ikut mendampingi pada kejuaraan internasional di Bandung kemarin.

Pulang pergi sekolah pun ia selalu mengantar jemput dengan setia, termasuk saat latihan. Menurutnya hal tersebut untuk memudahkan dan mendukung aktivitas Siren.

Siren (hitam) saat final dalam kejurin di Bandung

Selain dirinya, lanjut Dirman, keluarga besar termasuk yang di Kabupaten Kepahiang Kecamatan Tebat Karai Bengkulu sangat mendukung dan bangga dengan prestasi Siren.

Bagi Siren, olah raga pencak silat itu menyenangkan. Selain sebagai ajang prestasi, pencak silat juga bermanfaat untuk dapat melindungi diri sendiri, apalagi bagi perempuan.

Itulah sebabnya Siren rajin berlatih dengan materi meliputi tendangan, pukulan, gerakan, jurus, guntingan, dan sapuan. Ia pun lebih memilih kategori tanding dibanding seni.

Baginya, pengalaman bertanding perlu untuk menghilangkan rasa minder maupun grogi. kalau sudah sering ikut pertandingan, katanya, paling tidak mengurangi rasa minder dan grogi.

Siren (tengah) bersama ibu bapaknya

Siren pun mengaku senang menjadi anak tunggal. “Enak, semua dituruti,” kata Siren malu-malu. Gadis hitam manis itu menuturkan kelak ingin menjadi atlet silat sekaligus perias profesional.

Penyuka masakan ibunya itu berharap kelak dirinya bisa sukses agar bisa membahagiakan kedua orang tua serta membuat bangga daerah dan tanah kelahirannya di Bengkulu.


Harapan yang sama juga disampaikan Dirman untuk putri kesayangannya. Siren Kludia Sari kata Dirman mempunyai makna satu tapi harus yakin karena benar. Menurutnya yang penting (Siren) sekolahnya pintar, punya prestasi, dan tidak meninggalkan sholat. Itulah sebabnya Dirman menyekolahkan Siren di M. Ts Negeri 2.

“Harapannya kalau orang tua tidak mampu tapi anak harus sukses dengan jalannya sendiri. Kami membekali Siren dengan ilmu di sekolah dan juga kemampuan di luar itu lewat pencak silat yang mulai ditekuninya,” kata Dirman yang berprofesi sebagai petani itu.

Siren bersama waka kesiswaan M.Ts N 2

Terkait dengan prestasi Siren, Waka Kesiswaan M.Ts N 2 Indri Mulyani, M.Pd.I menyampaikan, pihak sekolah turut bangga dengan prestasi yang ditorehkan Siren. Pihak sekolah pun memberikan dukungan kepada Siren dengan membiayai uang pendaftaran dalam kejurin tersebut.

“Sekolah juga ├ákan memberikan reward pasca kejuaraan. Sebenarnya sudah kami agendakan pada hari Senin kemarin, tapi ternyata Siren belum masuk sekolah karena baru pulang dari Bandung,” jelas Indri.

Dijelaskannya bahwa di M.Ts Negeri 2 ada 13 kegiatan ekstra kulikuler yang bisa dipilih dan diikuti siswa. Salah satunya pencak silat yang diikuti Siren.

Dirinya pun berharap ada Siren-Siren lain yang akan membanggakan dan membawa harus nama M.Ts Negeri 2. (adv)

Tinggalkan Komentar